Produktifkan Lahan, Kebun Pangan Madaya Dorong Sumber Pangan Keluarga
Siti Fatimah July 25, 2026 02:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Peluncuran Kebun Pangan Madaya sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan rumah, pekarangan kantor, kebun komunitas hingga lahan produktif yang belum optimal, menjadi sumber pangan keluarga sekaligus sumber ekonomi baru.

Program tersebut mengintegrasikan aspek ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan pendapatan keluarga, dan edukasi pertanian yang mudah diterapkan oleh masyarakat. 

Data 2026, lingkungan hijau produktif yang digagas oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa melalui program Kebun Sehat Masyarakat untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan telah tersebar di 10 Provinsi, yakni Aceh, Sumsel, Banten, Jabar, Jateng, Kalteng, NTB, NTT, Sulsel dan Papua. Mencakup 13 titik kebun komunitas, dengan 247 skala rumah tangga.

Program tersebut telah melibatkan 765 penerima manfaat dan 124 kader dengan 100 persen dukung pemberian makanan tambahan dari pangan lokal.  

Tantangan dalam pemenuhan program Kebun Pangan Madaya meliputi kepastian status lahan, komitmen pengelola, dan faktor lingkungan.

KEBUN PANGAN MADYA - Kebun Pangan Madaya sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan rumah, pekarangan kantor, kebun komunitas hingga lahan produktif yang belum optimal, menjadi sumber pangan keluarga sekaligus sumber ekonomi baru.
KEBUN PANGAN MADYA - Kebun Pangan Madaya sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan rumah, pekarangan kantor, kebun komunitas hingga lahan produktif yang belum optimal, menjadi sumber pangan keluarga sekaligus sumber ekonomi baru. (Tribun Jabar/Dok Dompet Dhuafa)

Sehingga memerlukan penguatan kelembagaan serta legalitas lahan untuk menjaga keberlangsungan program.

Disisi lain Dedi Yuda perwakilan dari Camat Cicurug mengatakan, Kebun Pangan merupakan program yang di dorong pemerintah untuk pemenuhan gizi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Kami menilai program ini sejalan dengan pemerintah, sehingga harus didukung penuh terutama untuk peningkatan ekonomi berbasis masyarakat," kata Dedi Yuda.

Melalui program peluncuran kebun pangan madaya diharapkan membangun sebuah ekosistem pemberdayaan yang melibatkan pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan usaha berbasis hasil pertanian hingga pembukaan akses pasar.

Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas berupa peningkatan pendapatan, kualitas konsumsi pangan, serta kemampuan mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri.

"Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa terus meluaskan kebermanfaatan program pemberdayaan sekaligus menguatkan ketahanan pangan. Di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL) ini, menjadi salah satu titik penanda bergulirnya program Kebun Pangan Madaya selain itu agenda ini merupakan rangkaian milad ke 33 tahun Dompet Dhuafa. Mengingat di sejumlah kota kami juga gulirkan serempak program tersebut dengan melibatkan para relawan dan masyarakat setempat. Bismillah, kita hadirkan Kebun Pangan Madaya, untuk para petani berdaya di tanah sendiri," ungkap Ahmad Juwaini, dalam peluncuran Kebun Pangan Madaya di PTGL Dompet Dhuafa, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).

Tusih (54) salah satu penerima manfaat dari program Kebun Pangan Madaya mengatakan, selama ini dengan adanya program kebun pangan di PTGL, Alhamdulillah dapat bermanfaat secara langsung bagi kami dan keluarga. Selain dapat pemenuhan langsung dari pangan juga ekonomi dari penjualan pangan tersebut. 

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (33 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.