Jembatan Musi Tol Palembang-Betung Dikebut, PT HKA Kirim 5.581 Ton Hotmix untuk Perkerasan Jalan
Odi Aria July 25, 2026 02:50 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Pembangunan Jembatan Musi yang menjadi bagian penting dari proyek Jalan Tol Palembang-Betung terus menunjukkan perkembangan positif.

Salah satu tahapan yang kini dikebut adalah pekerjaan perkerasan jalan penghubung struktur utama jembatan dengan ruas tol.

Untuk mendukung percepatan proyek tersebut, PT Hakaaston (HKA) melalui Unit Produksi Indralaya telah memasok sebanyak 5.581,22 ton campuran beraspal (hotmix).

Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, mengatakan pasokan material tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang akan memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

"Penyediaan material tersebut menjadi bagian dari kontribusi HKA dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan," kata Martin dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Martin, Jembatan Musi merupakan salah satu struktur utama pada proyek Jalan Tol Palembang-Betung sehingga membutuhkan material berkualitas tinggi agar mampu menunjang usia layanan infrastruktur dalam jangka panjang.

Pada proyek tersebut, HKA memasok berbagai jenis campuran beraspal, di antaranya Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) serta material aspal dengan spesifikasi PG 70.

Ia menegaskan kualitas material menjadi faktor utama dalam menghasilkan infrastruktur yang andal.

"Keandalan infrastruktur dibangun melalui kualitas yang dijaga secara konsisten sejak proses produksi hingga pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

Martin memastikan seluruh material yang diproduksi Unit Produksi Indralaya telah melalui proses pengendalian mutu sehingga memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Sepanjang pelaksanaan proyek, pasokan material dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan di lapangan.

Dari total 5.581,22 ton yang telah disuplai, sebanyak 5.268,12 ton merupakan campuran AC-WC, sedangkan 307,10 ton berupa material aspal yang digunakan pada sejumlah paket pekerjaan.

"Setiap proyek yang kami dukung menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas HKA sebagai perusahaan pengelola aset infrastruktur. Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi HKA menuju Indonesia's Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM)," jelas Martin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.