Kisah Para Operator Wahana di Balik Semaraknya 'Universal Studio' CarnaVelo
GH News July 25, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Suasana meriah terasa di CarnaVelo yang dijuluki 'Universal Studio' di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur langsung terasa. Ini dia kisah operator wahana di sana.

Sejak dibuka pada 16 Juli 2026, area hiburan ini ramai didatangi pengunjung. NGgak hanya anak-anak bersama keluarga, tetapi pengunjung juga datang dari kelompok remaja.

Di balik keseruan pengunjung menikmati wahana, ada para operator yang setiap hari menjaga agar pengalaman bermain tetap berjalan lancar. Mereka menjadi saksi berbagai ekspresi penumpang, mulai dari wajah tegang, teriakan kencang, hingga kejadian lucu yang sulit dilupakan.

Juan dan Cerita Kora-Kora

Juan menjadi salah satu operator yang sudah lama bekerja di CarnaVelo. Ia telah menjadi bagian dari acara ini sejak 2024.

Setiap hari dia bertugas memastikan wahana kora-kora berjalan aman. Sebelum pengunjung datang, Juan biasanya sudah tiba satu hingga dua jam sebelum jam operasional dimulai untuk menyiapkan wahana.

Sebagai operator, tugas Juan tidak hanya mengoperasikan kapal kora-kora. Dia juga membantu pengunjung sejak antre hingga wahana selesai dimainkan.

Selama bekerja, Juan menemukan banyak cerita unik dari para penumpang. Ada yang berani mencoba, tetapi langsung panik saat kapal mulai bergerak.

"Banyak yang teriak kenceng banget karena takut, bahkan ada yang sampai pusing dan mual. Itu pasti selalu ada, tapi masih aja lucu liatnya," ujar Juan dalam perbincangan dengan detikTravel pada Kamis (23/7/2026).

Menurut Juan, reaksi spontan para penumpang justru menjadi bagian paling menarik dari pekerjaannya. Setiap hari selalu ada cerita baru yang membuat suasana di sekitar wahana semakin ramai.

Rendi Temukan Aksi Lucu Penumpang Ombak Banyu

Tak hanya Juan, Rendi yang bertugas sebagai MC sekaligus operator wahana ombak banyu juga punya banyak cerita selama bekerja di CarnaVelo.

Selain mengatur jalannya wahana, Rendi juga berinteraksi langsung dengan pengunjung. Dari situlah ia sering menemukan kejadian tak terduga yang membuat suasana semakin meriah. Salah satu momen yang paling ia ingat adalah ketika ada penumpang yang mengalami kejadian tidak terduga saat hendak menaiki wahana.

"Ada yang pernah jatuh dari tangga waktu mau naik ke kursi wahana. Ada juga yang sempat nyangkut di tangga," kata Rendi.

Meski harus menghadapi berbagai tingkah pengunjung, Rendi tetap menikmati pekerjaannya. Baginya, melihat pengunjung tertawa dan menikmati wahana menjadi kepuasan tersendiri.

Juan dan Rendi menyebut pekerjaan mereka sebagai operator wahana memiliki tantangan tersendiri. Setiap hari mereka harus siap menghadapi berbagai karakter pengunjung yang datang.

Mereka juga mengatakan penghasilan mereka berasal dari tiket wahana yang dibeli oleh pengunjung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.