TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tren penyelenggaraan pameran pernikahan mulai bergeser. Jika selama ini wedding expo identik digelar di hotel atau convention hall, kini penyedia jasa pernikahan mulai merambah pusat perbelanjaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal itu dilakukan Mahkota Enterprise melalui Mahkota Wedding Bazaar yang berlangsung di Main Atrium 23 Semarang pada 24–26 Juli 2026.
Pameran ini menjadi yang pertama kali digelar di pusat perbelanjaan baru tersebut sekaligus menandai strategi baru penyelenggara dalam mendekatkan layanan pernikahan kepada masyarakat.
Direktur Mahkota Enterprise, Indra Suryajaya, mengatakan pemilihan lokasi di mal menjadi pengalaman baru setelah selama ini Mahkota rutin menggelar pameran di berbagai venue konvensional.
Baca juga: Pikap Hilang Kendali hingga Terbalik saat Hindari Kendaraan Lain, 1 Tewas dan 3 Luka
Baca juga: Ratusan Pemilik Odong-Odong Datangi DPRD Cilacap, Minta Larangan Operasional Dikaji Ulang
"Kalau biasanya kami menggunakan nama Mahkota Wedding Expo karena diselenggarakan di venue khusus, kali ini kami memakai konsep Wedding Bazaar karena berlangsung di mal.
Harapannya masyarakat yang sedang berkunjung ke pusat perbelanjaan juga bisa ikut mendapatkan informasi seputar kebutuhan pernikahan," ujarnya.
Mahkota sendiri bukan pemain baru dalam industri pameran pernikahan.
Sejak pertama kali digelar pada 2001, agenda tersebut telah menjadi kegiatan tahunan. Bahkan, pada beberapa tahun Mahkota menggelar dua pameran dalam setahun sehingga secara keseluruhan telah menyelenggarakan sekitar 30 kali pameran.
Menurut Indra, penyelenggaraan di 23 Semarang memiliki tantangan tersendiri. Selain karena menjadi mal yang baru beroperasi sekitar satu bulan, lokasinya juga masih membutuhkan adaptasi bagi masyarakat Semarang.
"Memang tantangannya cukup besar karena ini lokasi baru dan sebagian masyarakat masih menganggap cukup jauh. Tetapi kami melihat ini sebagai peluang untuk membuka pasar baru," katanya.
Sebanyak 50 booth meramaikan Mahkota Wedding Bazaar. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Semarang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Magelang hingga Karanganyar. Kehadiran vendor dari luar kota membuat pilihan bagi calon pengantin semakin beragam.
Berbagai kebutuhan pesta pernikahan tersedia dalam satu lokasi, mulai dari wedding organizer, dekorasi, venue, katering, gaun pengantin, fotografi, videografi, hiburan musik, wedding cake, hingga layanan pendukung lainnya. Tak hanya penyedia konsep pernikahan internasional, sejumlah vendor yang melayani pernikahan adat atau tradisional juga turut ambil bagian.
"Konsepnya memang one stop bazaar. Jadi masyarakat yang datang bisa memperoleh seluruh informasi dan kebutuhan pernikahan dalam satu tempat," jelas Indra.
Ia menambahkan, pemindahan lokasi ke pusat perbelanjaan memberikan keuntungan tersendiri dibanding penyelenggaraan di venue tertutup.
Jika sebelumnya pengunjung didominasi calon pengantin yang memang sengaja datang, kini pameran juga dapat menjangkau masyarakat umum yang sedang berbelanja atau menikmati fasilitas mal.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan transaksi karena cakupan pengunjung menjadi lebih luas. Tidak sedikit layanan yang dipamerkan juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan selain pernikahan, seperti acara ulang tahun, gathering perusahaan, maupun perayaan keluarga lainnya.
Sebagai agenda tahunan, Mahkota Wedding Bazaar juga selalu menghadirkan berbagai penawaran khusus. Mulai dari potongan harga, bonus layanan, hingga paket pernikahan dengan harga lebih kompetitif. Promo tersebut menjadi salah satu alasan calon pengantin rutin menunggu penyelenggaraan pameran setiap tahunnya.
"Biasanya mereka memang sudah menunggu jadwal pameran karena tahu akan ada banyak promo, diskon, bonus, maupun paket-paket spesial yang hanya tersedia selama pameran berlangsung," ungkapnya. (*)