Tolak Taaruf, Wanita Penjahit Jadi Korban Penganiayaan Pria yang Pernah Nyatakan Cinta
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 25, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jawa Tengah - Terungkap duduk perkara wanita penjahit di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menjadi korban penganiayaan brutal seorang pria.

Awalnya beredar rumor jika pria yang menganiaya wanita penjahit berinisial DS merupakan mantan kekasihnya, A.

Namun DS mengklarifikasi bahwa pelaku A bukan mantan pacarnya, melainkan sebatas antara penjahit dan pelanggan.

DS membeberkan awal mula pelaku A mengenal dirinya, setelah memesan jahitan kemeja dan celana melalui informasi kontak yang tertera di akun media sosial usahanya.

"Di sini saya ingin menegaskan bahwa saya tidak memiliki hubungan dengan pelaku berinisial A," ujar DS melalui rekaman video klarifikasi yang dikirimkan pada awak media, Jumat (24/7/2026) dikutip dari TribunJateng.com.

"Awal mula saya mengenal dia karena dia memesan jahitan kemeja dan celana pada saya," imbuhnya.

DS mengungkapkan, bahwa pelaku memang pernah menyatakan perasaan cinta kepadanya. Bahkan pelaku menawarkan taaruf, namun penolakan telah dia sampaikan secara baik-baik. 

Sejak penolakan tersebut, teror ketakutan mulai membayangi hidupnya selama hampir satu tahun, terhitung sejak Agustus 2025. 

Meskipun korban telah memblokir seluruh akses media sosial dan nomor WhatsApp pelaku, pelaku terus menerornya menggunakan berbagai nomor berbeda.

Aksi nekat pelaku bahkan sempat terjadi sebelum insiden pembacokan brutal pada Kamis (23/7/2026).

Pada 5 Juni 2026 sekira pukul 23.00, pelaku pernah menyambangi rumah korban dengan membawa senjata linggis. 

Saat itu, aksi pelaku gagal dan ia melarikan diri setelah kakak ipar korban bersama warga sekitar datang mengepung lokasi.

Korban mengaku sempat menduga pelaku tidak akan berani datang kembali sehingga belum melaporkan insiden ancaman tersebut kepada pihak kepolisian. 

Namun dugaan tersebut meleset hingga akhirnya puncak aksi kekerasan terjadi pada Kamis (23/7/2026).

"Saya pikir dia tidak akan berani untuk datang lagi. Tapi ternyata saya salah, dia masih melakukan hal yang lebih kejam lagi."

"Di sini saya mau memperjelas bahwa saya tidak pacaran, tidak memiliki hubungan dengan A," pungkas DS.

Saat ini, kasus penganiayaan berat yang direncanakan tersebut telah ditangani penuh oleh Polresta Pati untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam narasi yang banyak beredar di media sosial, seorang wanita berinisial DS dibacok oleh mantan kekasihnya yang cemburu lantaran ajakannya untuk balikan ditolak.

Pelaku yang merupakan seorang pemuda asal Trangkil menyusup masuk ke rumah korban secara sembunyi-sembunyi melalui pintu belakang dengan membawa senjata tajam yang sudah dipersiapkan dari rumah. Pelaku lalu menyerang korban secara membabi buta. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.