Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Dampak musim kemarau di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terus meluas. Hingga Sabtu, 25 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat 3.635 jiwa atau 1.244 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih.
Berdasarkan data terbaru BPBD, pemerintah daerah sudah mendistribusikan 100.000 liter air bersih melalui 13 kali penyaluran ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 30 Juni hingga 24 Juli 2026 dengan menyasar wilayah yang mengalami penurunan debit mata air maupun sumur warga.
Adapun desa-desa yang sudah menerima bantuan meliputi Majingklak, Ciwaru, Bagolo, Bagolo Kolot (Kecamatan Kalipucang), Cintaratu dan Sidahurip (Parigi), Mangunjaya (Mangunjaya), Karangtawang dan Pasir Muncang (Padaherang), Sambong (Sidamulih), Cibodas, Cidawung, Nagrog (Cijulang), serta Sinargalih (Cimerak).
Baca juga: Musim Kemarau Ancam Pasokan, Harga Beras di Pangandaran Diprediksi Bakal Naik
Data BPBD menunjukkan penyaluran air bersih sudah dilakukan secara berkala pada 30 Juni, 3 Juli, 6 Juli, 14 Juli, 16 Juli, 17 Juli, 18 Juli, 20 Juli, 21 Juli, 22 Juli, 23 Juli, hingga 24 Juli 2026, mengikuti laporan kebutuhan air bersih dari pemerintah desa.
Sebaran wilayah terdampak kini mencakup tujuh kecamatan, yakni Kalipucang, Parigi, Mangunjaya, Padaherang, Sidamulih, Cijulang, dan Cimerak, menandakan dampak kekeringan semakin meluas dibanding awal musim kemarau.
Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi mengatakan, pihaknya terus intens mendistribusikan air bersih sebagai langkah tanggap darurat.
"Silahkan pemerintah desa agar segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami krisis air," ujar Dodo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu (25/7/2026) pagi.
Supaya, kebutuhan dasar masyarakat di Desa terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.
Memang, musim kemarau yang berdampak terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih di beberapa desa menjadi perhatian serius.
"Karena, jelas berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat," katanya.
Meskipun demikian, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih, dan segera lapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kita juga akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung," ucap Dodo. (*)