TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Kapal Motor (KM) Nusantara Laut 21 asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), setelah mengalami kebocoran.
Lima awak kapal yang sempat terombang-ambing di laut berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan pencari telur ikan terbang.
Kelima awak kapal ditemukan mengapung di perairan Majene, sekitar 35 mil dari garis pantai, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Baca juga: Pemkab Mamuju Tengah Serahkan Bantuan Pakaian kepada 5 Korban Kapal Tenggelam
Baca juga: Lowongan Kerja Awak Kapal Perikanan Dibuka hingga 4 Juni 2026, Tamatan SD Bisa Daftar
Kelima awak kapal tersebut masing-masing bernama Ramli (26), Bule (25), Iswandi (26), Albar (16), dan Anto (15).
"Lama mengapung, mungkin ada sekitar dua jam baru ada nelayan pencari telur ikan terbang yang melintas dan melihat para korban," kata Kapolsek Tinambung, AKP Ramli, kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, kapal tersebut berlayar dari Kabupaten Kepulauan Selayar beberapa hari sebelumnya.
Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran sehingga air terus masuk ke dalam badan kapal.
Setelah mesin kapal mati, nakhoda bernama Ramli berupaya mengarahkan kapal mendekati daratan dengan mengikuti arah angin.
"Untuk kronologi singkat, kapal berlayar dari Selayar beberapa hari yang lalu. Namun, saat dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran," lanjutnya.
Ia menyebut kapal yang terus kemasukan air bergerak semakin lambat karena mesin sudah tidak dapat digunakan.
Karena itu, nakhoda mengarahkan kapal menuju wilayah Majene dengan mengikuti arah angin.
Menurut Ramli, kelima awak kapal baru menyelamatkan diri setelah kondisi kapal hampir sepenuhnya tenggelam.
Mereka kemudian melompat ke laut dengan menggunakan rompi pelampung, jeriken, dan gabus sebagai alat bantu mengapung.
Ia mengatakan seluruh awak kapal diselamatkan oleh seorang nelayan bernama David (32) yang saat itu sedang mencari telur ikan terbang.
David kemudian mengevakuasi para awak kapal menuju pesisir Pantai Babarura di Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Ramli mengatakan seluruh awak kapal dalam kondisi sehat.
Setelah dievakuasi, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis.
Rencananya, kelima awak kapal akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di Selayar paling lambat Minggu (26/7/2026).
"Rencananya kalau bukan hari ini, mungkin besok kita carikan kendaraan untuk pulang ke Selayar," tutup Ramli. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli