TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kualitas dan keamanan dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), kontribusi tersebut direalisasikan secara nyata di SMP Negeri 19 Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Bantuan yang direalisasikan adalah pembangunan infrastruktur fisik berupa pagar panel beton. Pagar kokoh sepanjang kurang lebih 293 meter tersebut kini telah berdiri mengelilingi seluruh area sekolah. Keberadaan pagar pelindung ini menjadi sarana vital sekaligus bukti kontribusi nyata PetroChina dalam mendukung terciptanya atmosfer pendidikan yang lebih tertib, aman, dan kondusif.
Sebelum adanya pagar ini, area sekolah yang terbuka kerap memicu kekhawatiran terkait keamanan fasilitas fisik sekolah dan keselamatan para siswa. Kini, dengan adanya pagar pembatas beton yang megah, pihak sekolah dapat memantau keluar-masuknya siswa dengan lebih terkontrol, meminimalisir potensi gangguan dari luar, serta menjaga aset-aset penting sekolah dengan maksimal.
Kepala SMP Negeri 19, Zulhilmi, S.Pd.I., mengatakan sebelum adanya pagar keliling, pihak sekolah mengalami berbagai kendala dalam melakukan pengawasan terhadap siswa. Lingkungan sekolah yang terbuka membuat siswa dapat keluar masuk dengan mudah sehingga pengawasan menjadi kurang maksimal.
"Sebelumnya sekolah kami belum memiliki pagar. Aktivitas siswa cukup sulit dikontrol karena lingkungan sekolah terbuka. Selain itu, orang luar juga bisa masuk ke area sekolah dengan bebas," ujarnya.
Menurut Zulhilmi, kondisi tersebut juga berdampak terhadap keamanan fasilitas sekolah. Pedagang liar sering masuk ke lingkungan sekolah untuk berjualan, bahkan hewan ternak milik warga juga kerap memasuki area sekolah.
Baca juga: 2 Mesin Dompeng Tambang Emas Ilegal Dibakar Polsek Rimbo Bujang Jambi
Baca juga: 6 Penambang Emas Ilegal di Bungo Jambi Ditangkap, Cari Emas dengan Metode Lubang Jarum
Kini, setelah pembangunan pagar selesai dilakukan, pihak sekolah merasakan perubahan yang cukup signifikan. Keamanan sekolah semakin terjaga dan aktivitas siswa lebih mudah dipantau selama berada di lingkungan sekolah.
Tidak berhenti pada sektor keamanan fisik, SKK Migas-PetroChina Jabung juga membawa inovasi hijau ke dalam lingkungan sekolah melalui bantuan instalasi hidroponik. Fasilitas pertanian modern ini sukses menyulap lahan sekolah menjadi laboratorium alam yang sangat edukatif bagi para siswa.
Kehadiran instalasi hidroponik ini memberikan kesempatan emas bagi para pelajar SMPN 19 Pematang Rahim untuk mempraktikkan langsung ilmu ketahanan pangan modern sejak dini.
Siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, melainkan juga diajarkan cara budidaya sayuran yang higienis, hemat lahan, dan bernilai ekonomis tinggi. Selain melatih keterampilan (life skill) baru, kebun hidroponik ini juga membuat lingkungan sekolah menjadi lebih asri, hijau, dan menyegarkan.
"Instalasi hidroponik yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi sekolah. Siswa dapat belajar secara langsung mengenai cara budidaya tanaman menggunakan metode hidroponik," katanya.
Sementara itu, Muhammad Farhan, salah seorang siswa SMP Negeri 19, mengaku merasa lebih nyaman dan aman sejak sekolah memiliki pagar keliling. Menurutnya, lingkungan sekolah kini menjadi lebih tertib sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan lebih baik.
"Sekarang sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. Kami juga lebih fokus belajar karena lingkungan sekolah lebih tertib dibandingkan sebelumnya," ujar Muhammad Farhan.
Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd konsisten berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan lewat pembangunan sarana prasarana yang berdampak nyata.
Melalui integrasi infrastruktur pengaman dan fasilitas edukasi hijau tahun 2023 ini, perusahaan tidak sekadar membangun fisik sekolah, tetapi juga berinvestasi pada masa depan generasi muda Tanjung Jabung Timur agar mampu belajar secara aman, tenang, dan inovatif. (adv)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Siasat Agroforestri Petani Muara Kilis: Kebun Jeruk Jadi Naungan Kopi demi Mitigasi Konflik Gajah
Baca juga: Modus Urus Sertifikat Tanah, Wanita di Jambi Diduga Gelapkan Uang Rp72 Juta