Keberadaan Atlet Golf Jesslyn Terlacak, Bareng Ibunya ke Bangkok, Bukan Diculik?
Noval Andriansyah July 25, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Keberadaan atlet golf perempuan, Jesslyn Wijaya, yang sempat dilaporkan diculik dari satu restoran di Jakarta Pusat, kini kembali memunculkan teka-teki baru.

Baca juga: Atlet Golf Jesslyn Sempat Dijemput Paksa dari Restoran, Kini Terlacak di Kuala Lumpur

Pihak kepolisian mendeteksi keberadaan sang atlet yang ternyata tengah berada di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra mengungkapkan, perjalanan tersebut terdeteksi setelah Jesslyn memboyong rute penerbangan dari Semarang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan ke Thailand.

"Dari Jakarta menuju Semarang, terbang ke Kuala Lumpur. Hasil koordinasi kami dengan petugas di Malaysia mengonfirmasi bahwa mereka telah terbang lagi ke Bangkok bersama ibu dan tantenya," jelas AKBP Roby Hery Saputra pada Kamis (23/7/2026), dilansir Tribunnews.com.

Fakta teranyar ini memunculkan pertanyaan publik mengenai kebenaran dugaan penculikan tersebut.

Namun, pihak kepolisian menegaskan belum bisa menarik kesimpulan final apakah kasus ini murni tindak pidana penculikan atau sekadar dinamika internal keluarga, mengingat pemeriksaan resmi terhadap korban maupun pihak keluarga belum bisa dilakukan.

Upaya pengungkapan fakta ini diakui Roby masih mengalami kendala lantaran pihak keluarga Jesslyn terkesan tertutup dan belum kooperatif.

Sejumlah upaya komunikasi yang dilayangkan penyidik tak kunjung direspons, bahkan kedatangan tim kepolisian ke kediaman keluarga korban sempat ditolak.

Guna memastikan kondisi serta keselamatan sang atlet di luar negeri, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat kini resmi menggandeng Interpol dan stakeholder internasional.

Selain itu, penyidik juga terus membuka komunikasi melalui jalur kerabat keluarga lainnya demi mengurai benang merah peristiwa tersebut.

Jesslyn  Diduga Diculik, Tapi Ada Fakta Lain 

Sebelumnya, kabar mengenai dugaan penculikan Jesslyn mencuat setelah ia disebut dibawa secara paksa oleh sejumlah orang dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (13/7/2026). 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, membenarkan adanya laporan mengenai penjemputan paksa berdasarkan keterangan awal dan informasi dari sejumlah saksi.

"Memang benar ada kejadian sesuai dengan yang dilaporkan, yaitu peristiwa membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," ujar Roby dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).

Laporan terkait kasus dibuat oleh NAH, yang diketahui merupakan teman Jesslyn, di Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Kuasa hukum NAH, Andi Darti, menyebut peristiwa terjadi ketika Jesslyn tengah menghadiri perayaan ulang tahun nenek di sebuah restoran.

Menurut Andi, suasana acara yang sebelumnya berlangsung hangat berubah ketika persiapan perayaan ulang tahun sang nenek hampir dimulai. 

Saat lagu ulang tahun hendak diputar, sekelompok pria berbadan tegap tiba-tiba mendatangi Jesslyn.

"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam," tutur Andi.

Andi juga menyebut Jesslyn sempat berusaha melawan dan mencoba melepaskan diri dari orang-orang yang membawanya.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ujarnya dikutip Kompas.com.

 Jesslyn Wijaya Lay, atlet golf putri diduga diculik lima pria di sebuah restoran di Jakarta. /Foto: golfjoy.co.id (Tribunnews.com/Foto tangkapan layar)
Namun, narasi mengenai dugaan penculikan dibantah oleh pihak restoran. 

Pegawai restoran bernama Dimas mengaku tidak melihat adanya keributan maupun tindakan kekerasan saat Jesslyn dibawa pergi.

"Iya memang benar ada (Jesslyn dijemput beberapa orang), tapi enggak ada keributan. Itu kejadian singkat banget, dia dijemput kemudian masuk ke mobil. Dibawa aja gitu, enggak dipaksa atau apa gitu enggak," ucap Dimas, pegawai restoran saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Dimas menuturkan, salah satu pria yang menjemput Jesslyn bahkan sempat berbicara dengan petugas resepsionis restoran. 

Pria itu meminta pihak restoran tidak panik dan menyebut kejadian itu berkaitan dengan persoalan keluarga.

Menurut keterangannya, Jesslyn sedang ditunggu oleh ibunya yang berada di dalam kendaraan di area parkir.

"Dia tuh bilang ada konfirmasi ke resepsionis, 'Jangan panik Mbak, ini hanya sekadar masalah keluarga'. Terus dia ngomongnya itu, dia (Jesslyn) tuh ditungguin mamanya di mobil," ucap Dimas dikutip dari Kompas.com.

Dimas juga mengatakan bahwa setelah Jesslyn meninggalkan restoran, sejumlah anggota keluarga turut keluar dan kemudian pergi dari lokasi.

"Intinya itu kayaknya tuh seperti bukan penculikan itu. Iya, kayaknya itu masalah keluarga seperti ini," kata Dimas.

Dari pengamatannya, Dimas mengaku tidak melihat adanya kepanikan dari keluarga Jesslyn yang saat itu berada satu meja dalam acara makan bersama untuk merayakan ulang tahun sang nenek.

Kondisi ini membuatnya tidak menaruh kecurigaan terhadap kejadian yang berlangsung. 

Terlebih, keluarga Jesslyn yang sebelumnya makan bersama disebut tetap melanjutkan aktivitas mereka setelah Jesslyn dibawa pergi.

"Keluarganya juga biasa aja yang makan bareng dia, enggak ada panik atau melawan. Keluarganya juga tetap lanjut makan setelah itu, terus langsung pulang, sama-sama ikut ke mobil," ucap Dimas.

"Makanya itu kami juga enggak curiga apa-apa, biasa saja melihatnya," sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.