Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) selama satu bulan terakhir mulai berdampak terhadap kehidupan masyarakat di Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Sabtu (25/7/2026).
Tak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kemarau juga memicu krisis air bersih yang kini dirasakan warga di RT 01 dan RT 06.
Kepala Desa Kampung Wailola, Amin Rumbara, mengungkapkan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan air bersih masyarakat yang semakin mendesak.
Padahal pihaknya telah berupaya menyalurkan air bersih kepada warga, namun distribusi tersebut belum dapat dilakukan setiap hari karena keterbatasan anggaran.
"Kesulitan air bersih terjadi di RT 01 dan RT 06. Kami sudah berupaya melakukan suplai air, tetapi tidak bisa setiap hari hingga saat ini, apalagi jika musim kemarau berlangsung lebih lama, karena terkendala anggaran," ujarnya.
Selain persoalan air bersih, Amin mengatakan musim kemarau juga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di wilayah desanya.
Dalam sepekan terakhir, kebakaran tercatat terjadi di RT 01, RT 06, serta beberapa lokasi lainnya.
"Sejak kurang lebih satu minggu lalu terjadi kebakaran di beberapa titik, yakni di RT 01, RT 06 dan beberapa lokasi lainnya. Terakhir kebakaran terjadi kemarin, sehingga kami masih terus melakukan pemantauan," bebernya.
Baca juga: Kapolsek dan Danramil Leihitu Kompak Jaga Kondusifitas, Dorong Pembangunan Rumah Korban Konflik
Baca juga: Briptu Bryan Nikijuluw Buka Suara, Bantah Telantarkan HT hingga Singgung Dugaan Pembunuhan Karakter
Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan SBT, Polres SBT, serta berbagai pihak yang bergerak cepat memadamkan api.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau, ditambah tiupan angin kencang, dinilai masih berpotensi memicu munculnya titik-titik kebakaran baru.
Karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan kebakaran.
"Kami terus memantau situasi dan sekaligus mengampanyekan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran," katanya.
Amin juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung.
Ia berharap seluruh warga bersama-sama menjaga lingkungan serta berdoa agar musim kemarau segera berakhir sehingga kondisi kembali normal.
"Kami mengajak masyarakat menggunakan air bersih secara hemat, tetap menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, dan bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar musim kemarau ini segera berlalu," tutupnya.(*)