Ahmad Dhani Kunjungi Kampung Inggris Kediri, Serap Aspirasi Pendidikan dan Kebudayaan dari Siswa
Rendy Nicko July 25, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra periode 2024–2029, Ahmad Dhani Prasetyo mengunjungi Brilliant English Course di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026) siang.

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan ratusan siswa mengenai isu pendidikan, kebudayaan, hingga literasi.

Rombongan Ahmad Dhani tiba sekitar pukul 12.45 WIB dari Surabaya dan disambut masyarakat serta para pelajar Kampung Inggris Pare. Sekitar pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Kebangsaan yang membahas berbagai persoalan pendidikan nasional dan pelestarian kebudayaan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Dhani menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh siswa. 

Baca juga: Diduga Dipicu Perselisihan dan Tuduhan Guna-guna, Dua Warga Kediri Jadi Korban Pembacokan

Ahmad Dhani kemudian menjawab sembari memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat mempelajari bahasa Inggris. 

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu pintu untuk membuka wawasan dunia dan mempelajari berbagai disiplin ilmu.

"Belajar bahasa Inggris itu membuka pintu dunia untuk mempelajari ilmu yang lain," ujar Ahmad Dhani di hadapan peserta sarasehan.

Selain memotivasi para pelajar, Ahmad Dhani juga menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI akan menampung berbagai masukan yang disampaikan para siswa terkait sistem pendidikan nasional. Menurutnya, aspirasi dari masyarakat, khususnya pelajar, menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan pendidikan.

Pentolan grup musik Dewa 19 itu menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan memang memiliki peran penting, namun bukan satu-satunya cara untuk membangun rasa cinta terhadap Indonesia. Menurutnya, evaluasi terhadap kurikulum terus dilakukan melalui pembahasan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Komisi X setiap tahun selalu bertemu dengan Mendikdasmen untuk merevisi, mengganti atau menambah kurikulum yang dirasa kurang tepat ataupun belum sesuai. Kurikulum itu penting, tetapi bukan satu-satunya cara untuk mengenal Indonesia," katanya.

Ahmad Dhani juga menilai pembelajaran sejarah Indonesia perlu terus dikaji agar memberikan pemahaman yang lebih luas kepada generasi muda. Ia menyebut sejarah Nusantara tidak hanya dimulai setelah Indonesia merdeka pada 1945, melainkan juga mencakup perjalanan panjang kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Nusantara.

Menurutnya, pengetahuan mengenai tokoh-tokoh dan kerajaan sebelum masa kemerdekaan juga penting dikenalkan kepada pelajar sebagai bagian dari kekayaan sejarah bangsa. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut merupakan pandangan pribadinya mengenai pentingnya memperluas wawasan sejarah.

Terkait pengembangan kebudayaan di daerah seperti Kediri, Ahmad Dhani mengatakan Komisi X DPR RI terus berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong potensi budaya lokal agar semakin berkembang.

Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Kampung Inggris Pare dan merasa takjub melihat antusiasme anak-anak muda yang datang dari berbagai daerah untuk belajar bahasa Inggris.

"Ini pertama kali saya ke sini dan cukup takjub juga. Antusiasme belajar anak muda berbahasa Inggris ternyata sangat bagus," ujarnya.

Usai dialog bersama para siswa, Ahmad Dhani berpesan agar generasi muda tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan rasa ingin tahu.

"Semoga semakin giat mencari ilmu dan semakin besar rasa keingintahuannya supaya wawasannya semakin luas," tuturnya.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Brilliant English Course, Mr. Abie mengatakan kunjungan Ahmad Dhani merupakan agenda resmi sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga. 

Dalam sarasehan tersebut, para peserta memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pendidikan, kuota perguruan tinggi, hingga pelestarian budaya.

Menurut Mr. Abie, Ahmad Dhani melihat potensi besar yang dimiliki Kampung Inggris Pare sebagai pusat pembelajaran bahasa. Bahkan, ia menyebut Ahmad Dhani merekomendasikan agar semakin banyak anak muda dari berbagai daerah datang ke Pare untuk belajar.

Mr. Abie juga menyoroti rendahnya minat baca masyarakat Indonesia yang sempat menjadi pembahasan dalam dialog. Menurutnya, literasi perlu diperkuat melalui berbagai media, termasuk pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat lebih mudah mengakses pengetahuan dan sejarah bangsa.

"Bisa lewat IT (teknologi informasi - red) juga untuk inovasi ke depannya," katanya. 

Mr. Abie menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Menurutnya, perubahan kehidupan harus diawali dengan perubahan pola pikir melalui proses belajar yang berkelanjutan. Sarasehan Kebangsaan kemudian ditutup sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum Ahmad Dhani beserta rombongan berpamitan meninggalkan lokasi.

"Investasi terbesar anak muda adalah pendidikan," tandasnya. 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.