TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk berupaya memperkuat literasi digital untuk kalangan pelajar.
Hal itu sebagai upaya mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Sosialisasi mengenai penggunaan teknologi digital pun dihelat di beragam sekolah, salah satunya SMKN 2 Nganjuk.
Perwakilan Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Naysilla Ade mengatakan setiap aktivitas yang dilakukan di internet akan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.
Baca juga: Bupati Nganjuk Kang Marhaen Cerita Pengalaman Hidup saat Hadiri Pra-MPLS Siswa Sekolah Rakyat
Oleh karenanya, setiap unggahan maupun informasi yang dibagikan harus dipikirkan secara matang karena dapat memberikan dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.
"Pada saat kita publikasi di media sosial, paling penting tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," katanya, Sabtu (25/7/2026).
Ia mengajak para pelajar untuk menjadi pengguna media digital yang cerdas dengan membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
Sikap kritis merupakan benteng utama dalam menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial.
"Kalau menemukan informasi yang meragukan, lebih baik jangan ikut menyebarkannya," ungkapnya.
Selain membahas literasi digital, sosialisasi juga menyoroti pentingnya membangun karakter positif di era digital.
Para pelajar diminta bijak dalam memilih lingkungan pergaulan, baik secara langsung maupun di ruang digital.
Sebab, keduanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan kesehatan mental remaja.
"Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru menjadi ruang yang memicu perilaku negatif," terangnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)