TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menghadiri Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) bagi siswa baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam kegiatan itu, siswa diperkenalkan lingkungan pendidikan sekaligus membangun kesiapan mental sebelum proses belajar dimulai.
Kang Marhaen -sapaan Bupati- mengatakan Ia keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan pula pada dukungan keluarga dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, salah satu nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini adalah kemandirian.
Baca juga: Ahmad Dhani Kunjungi Kampung Inggris Kediri, Serap Aspirasi Pendidikan dan Kebudayaan dari Siswa
Dia meminta orang tua memberikan ruang bagi anak untuk belajar bertanggung jawab dan tidak terlalu memanjakan mereka.
"Anak-anak harus diberi kesempatan untuk mandiri. Kemandirian adalah bekal penting untuk masa depan mereka," katanya, Sabtu (25/7/2026).
Dia turut membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana.
Ia mengaku berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, namun kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berjuang meraih pendidikan dan kesuksesan.
Ia berharap pengalaman hidupnya dapat menjadi penyemangat bagi para siswa Sekolah Rakyat.
"Jangan kubur mimpi-mimpi anakmu karena kemiskinan. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang sukses," ungkapnya.
Kang Marhaen menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang sebagai tempat belajar akademik sekaligus medium pembentukan karakter.
Sistem berasrama yang diterapkan akan melatih kedisiplinan, kemandirian, kepedulian, serta kemampuan hidup bersama.
Ia menyebut fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat telah disiapkan secara optimal untuk menunjang kenyamanan dan kualitas pembelajaran siswa.
"Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang sangat baik. Anak-anak tinggal di asrama, mendapatkan makan, makanan ringan, perlengkapan belajar, hingga berbagai sarana pendukung lainnya," paparnya.
Dia menambahkan, selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, kebutuhan dasar siswa telah dipenuhi sehingga orang tua tidak perlu memberikan uang saku.
Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Semua disiapkan agar mereka bisa fokus belajar dan mengembangkan potensi diri," urainya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)