Festival Budaya Kelurahan Oesapa Barat Resmi Dibuka, Warga Tampilkan Harmoni Keberagaman
Edi Hayong July 25, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, KUPANG- Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kelurahan Oesapa, menggelar Festival Budaya yang resmi dibuka di Lapangan Voli RT 014/RW 005, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (25/7/2026). 

Festival ini menjadi ajang memperkuat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan pelaku UMKM di wilayah tersebut.

Festival dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, yang mewakili Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Dalam sambutannya, Jeffry menilai Festival Budaya Kelurahan Oesapa Barat menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat melalui kebudayaan.

Baca juga: Festival Budaya NTT Ajang Kolaborasi Bangun Masa Depan yang Berkarakter

"Hari ini saya membuka Festival Budaya di Kelurahan Oesapa Barat dan saya melihat kegiatan ini sangat spektakuler. Kontingen dipimpin oleh para ketua RW dan RT. Ini menunjukkan kebersamaan dan toleransi yang nyata di Kelurahan ini, " katanya.

Menurut Jeffry, budaya merupakan sarana membentuk karakter masyarakat. 

Karena itu, nilai-nilai budaya harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap mencintai identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.

Ia mengatakan masyarakat Kelurahan Oesapa Barat telah menunjukkan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan.

"Perbedaan itu kita harmonikan. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Oesapa Barat melalui festival budaya ini," ujarnya.

Baca juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU Gelar Festival Budaya Literasi Perpustakaan 

Jeffry juga mengajak masyarakat memanfaatkan festival sebagai ruang untuk mengembangkan potensi lokal, baik melalui pertunjukan seni budaya maupun produk-produk UMKM yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Festival Budaya Oesapa Barat, Daniel Pah, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai wadah mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, Kelurahan Oesapa Barat dihuni masyarakat dari berbagai suku yang hidup berdampingan di tujuh RW dan 21 RT.

Keberagaman itu menjadi modal penting yang harus terus dijaga melalui kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kami ingin festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal, memperkuat rasa persaudaraan, serta menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing wilayah. Budaya yang terus hidup juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat," katanya.

Baca juga: Penutupan Festival Budaya Naikoten Satu Bersinar Berlangsung Meriah 

Daniel menjelaskan pelaksanaan festival mengacu pada Surat Keputusan Lurah Oesapa Barat Nomor 04/KEP/KEL.OB/V/2026 tertanggal 8 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 25 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selain pertunjukan seni budaya, masyarakat juga akan mengikuti pertandingan bola voli putra dan putri antar-RW, lomba lari karung bagi anak-anak dan beberapa kegiatan lainnya. 

Suasana pembukaan berlangsung semarak. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, seperti Rote, Sumba, Timor, Flores, dan Alor.

Kontingen dari beberapa RW tampil bergantian membawa identitas budaya masing-masing.

Penampilan dibuka dengan Tarian Foti  yang ditampilkan anak-anak dari RW 005 yang mewakili budaya Rote Ndao.

Atraksi kemudian dilanjutkan dengan berbagai tarian kreasi dari RT dan RW yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Di sisi lain lapangan, puluhan stan UMKM menawarkan beragam makanan dan minuman. 

Warga Oesapa Barat, Sari mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam festival tersebut.

"Kami senang, semua terlibat, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga pelaku UMKM. Kegiatan seperti ini membuat warga semakin kompak dan saling mengenal," katanya.

Hal senada disampaikan Yohanes Menurutnya, Festival Budaya Oesapa Barat tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan. 

Turut hadir dalam pembukaan festival tersebut Camat Kelapa Lima, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga Kelurahan Oesapa Barat.(nov) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.