SURYA.CO.ID - Atrium Royal Plaza Surabaya berubah menjadi lautan remaja dan komunitas gaming pada Sabtu (25/7/2026).
Mereka hadir untuk meramaikan AXIS Cup 2026, sebuah kompetisi esports skala nasional yang membawa konsep berbeda dari turnamen biasanya.
Berbeda dengan format turnamen tingkat daerah konvensional yang kerap hanya berfokus pada perebutan trofi, gelaran ini dirancang secara komprehensif dengan mengusung konsep festival.
Tak hanya panggung kompetisi utama, acara ini juga merangkul berbagai subkultur budaya populer lainnya.
Baca juga: Polisi Gadungan Tipu Gadis 19 Tahun hingga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ternyata Pengemudi Ojol
Head of Sales Area Surabaya Madura PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk, Hiasinta H. Paembonan, mengungkapkan bahwa Surabaya menjadi titik ke-32 dari total 88 kota yang dijadwalkan dalam rangkaian tur nasional ini.
Setiap event diisi dengan ragam aktivasi yang tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga mendekatkan AXIS dengan para penggunanya.
“AXIS CUP 2026 ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan wadah dan terus hadir lebih dekat dengan komunitas gaming di berbagai daerah. Melalui ini kami memberikan pengalaman digital, berinternet stabil dan cepat," ungkap Hiasinta di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Hiasinta menjelaskan bahwa perkembangan esports sangat pesat dan setiap tahun kegiatan ini disambut antusias oleh peserta.
Sesuai dengan segmen Youth, AXIS hadir menyediakan wadah bagi anak muda yang membutuhkan kecepatan internet tinggi.
Namun, ia juga memberikan pesan penting mengenai keseimbangan antara hobi dan pendidikan.
“Bahwa jaman dulu anak-anak main games orang tua melarang, dan kami juga mengingatkan anak-anak peserta saat kompetisi bahwa sekolah utama. Tapi misalnya mereka memiliki ketertarikan game, fokus berlatih, tapi pesannya sekolah dulu yang benar, jangan lupakan tugas utama sekolah. Tunjukkan prestasi melalui e-sport, kompetisi menang, dan orang tua pasti bangga,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa AXIS sangat antusias menghadirkan pengalaman seru mulai dari kompetisi elektronik, ajang unjuk busana, hingga kolaborasi mitra strategis.
"Kami selalu mendukung penuh terhadap perkembangan atlet esports lokal agar mereka bisa berprestasi secara maksimal," lanjut Hiasinta.
Untuk mewadahi kreativitas penikmat budaya populer secara lebih luas, pihak penyelenggara juga menghadirkan kompetisi cosplay bertajuk Coswalk.
“Hari ini ramai banget, mulai dari anak-anak dan mereka sangat antusias bisa bertemu para senior dan brand ambassador. Dan Axis ini segmennya memang anak muda,” ucap Hiasinta.
Ajang ini menjadi kesempatan bagi kreator kostum lokal untuk menampilkan detail busana dan kecintaan mereka pada karakter fiksi. Tak tanggung-tanggung, tahun ini pihak penyelenggara menyiapkan total pundi hadiah pembinaan mencapai Rp900 juta.
Potensi besar Surabaya juga diakui oleh Nadse, Brand Ambassador EVOS Esports.
Menurutnya, antusiasme anak muda di Surabaya untuk menjadi pro player sangat tinggi.
"Potensi Surabaya ini cukup besar, karena setelah Jakarta, peminat anak mudanya untuk menjadi player gamers sangat tinggi," ujar Nadse.
Ia berharap generasi muda setempat mampu mengasah keterampilan untuk menembus level profesional.
“Di Surabaya menurut ku antusiasnya pada semangat dan banyak para gamers, bisa menjadi loncatan untuk ikut turnamen dan dilirik tim besar juga,” tambahnya.
Di tengah padatnya pengunjung, keandalan jaringan menjadi hal yang krusial.
AXIS memanfaatkan momen ini untuk membuktikan infrastruktur mereka melalui kampanye AXIS 5G Absolute Fast (AF), yang menekankan stabilitas jaringan sebagai kebutuhan dasar gaya hidup digital.
Selain kompetisi, peserta juga berkesempatan bertemu langsung dengan talenta organisasi profesional EVOS Esports dalam sesi jumpa penggemar dan permainan interaktif.
“Surabaya sangat terlihat semangatnya, kalangannya dari siswa Sekolah Dasar sampai SMA ada. Jadi kami ikut senang melihat antusias mereka. Pesan kami, pertama fokus pada passion, konsisten, berani mulai, jaga sportivitas karena menang memang keren tapi jaga attitude juga,” pungkas Nadse.