TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sekaligus Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Kepala Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (25/7/2026).
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kabar meninggalnya Troy sempat beredar di sejumlah grup WhatsApp sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak kepolisian dan Otorita IKN.
Baca juga: Investor Tiongkok Mulai Bangun Kawasan Terpadu di IKN, Investasikan Rp1,25 Triliun
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi dari rekan kerja korban, Troy diketahui sempat mengeluhkan sakit sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Informasi awal dari stafnya, yang bersangkutan kemarin mengalami sakit. Untuk keluhan sakitnya apa, itu masih kami dalami," kata Kapolresta IKN Kombes Pol Supriyanto
Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya Troy masih belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Supriyanto menjelaskan, proses penyelidikan masih dilakukan oleh Tim Inafis dan Satuan Reserse Kriminal Polres Penajam Paser Utara (PPU).
Penanganan perkara dibantu Polres PPU karena Polresta IKN belum memiliki Satreskrim maupun Tim Inafis.
"Sekarang masih dilakukan pendalaman oleh Tim Inafis dan Satreskrim Polres PPU. Polresta IKN belum memiliki Reskrim dan Tim Inafis, sehingga penanganan dibantu oleh Polres Penajam Paser Utara," jelasnya.
Jenazah Troy kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina IKN untuk menjalani pemeriksaan medis.
"Saat ini posisi jenazah masih berada di Rumah Sakit Hermina," ujarnya.
Supriyanto mengatakan, apabila hasil visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun hal yang mencurigakan, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Nanti setelah dilakukan visum oleh pihak Rumah Sakit Hermina, apabila tidak ditemukan indikasi kekerasan atau hal-hal yang mencurigakan, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tuturnya.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol. Edgar Diponegoro, juga membenarkan kabar duka tersebut.
Menurut Edgar, Troy ditemukan seorang diri di kamar huniannya di Rusun ASN IKN.
"Beliau berada di kamarnya sendiri. Dari penjelasan petugas yang mendatangi tempat kejadian, beliau ditemukan dalam kondisi rebah dan sudah tidak bernyawa," ujar Edgar.
Setelah menerima laporan, tim dokter bersama personel Polsek Sepaku langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Hermina IKN.
"Tim dokter bersama tim Polsek Sepaku kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah sakit," katanya.
Edgar menambahkan, setelah pemeriksaan selesai, jenazah direncanakan dibawa ke Balikpapan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
"Sudah selesai. Rencananya akan dibawa ke Balikpapan untuk dijemput keluarganya," jelasnya.
Baca juga: Benarkah IKN Gagal? Ini Penjelasan Bamsoet soal Masa Depan Ibu Kota Nusantara
Troy Harold Yohanes Pantouw merupakan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN sejak 2023.
Dalam perannya, ia bertugas menyusun strategi komunikasi publik, menyampaikan informasi resmi mengenai pembangunan IKN, serta menjadi penghubung antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Troy memiliki latar belakang pendidikan di bidang psikologi dan komunikasi. Ia merupakan lulusan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, meraih gelar Master of Arts bidang Media dan Komunikasi dari Birmingham City University, Inggris, serta mengikuti pendidikan eksekutif di Henley Business School. Ia juga mengantongi sertifikasi Indonesia Accredited Public Relations (IAPR) dan Fellow Public Relations (FPR).
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Troy meniti karier selama lebih dari tiga dekade di bidang media dan komunikasi. Ia pernah menjadi reporter dan penyiar Radio Suara Surabaya, Executive Producer SCTV, serta mengisi berbagai posisi komunikasi strategis di sejumlah perusahaan, seperti Danone AQUA, Standard Chartered Bank, Nissan Motor Indonesia, Kabelvision, dan Jamu Air Mancur.
Selain di sektor swasta, Troy juga pernah terlibat dalam komunikasi publik penanganan pandemi Covid-19 dan bekerja sama dengan Save The Children Indonesia, Katadata, serta AIS Training and Consulting.
Baca juga: Algoritma Media Sosial Turut Menentukan Narasi IKN, Hasil Riset Doktor Ilmu Komunikasi
Kepergian Troy Pantouw meninggalkan duka bagi keluarga besar Otorita IKN.
Edgar mengaku sangat terpukul atas wafatnya rekan kerjanya tersebut.
"Kami terkejut dan sangat berat hati ditinggal oleh Pak Troy. Karena takdir dan kehendak Ilahi, beliau begitu cepat meninggalkan kami," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Teriring doa semoga beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini," tuturnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya Troy Pantouw masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian. Pihak Otorita IKN maupun kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian tersebut.