Bakom RI Buka Suara Soal Radio Merah Putih di Banyuwangi: Bukan Pemerintah yang Membuat
jonisetiawan July 26, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Upaya memperkuat eksistensi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini memasuki babak baru. Tak lagi hanya mengandalkan gerai fisik dan media sosial, Asosiasi Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Radio Merah Putih, sebuah radio berbasis streaming yang dapat diakses masyarakat melalui telepon genggam.

Kehadiran media informasi digital tersebut langsung menyita perhatian publik setelah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, hadir dalam peluncuran siaran perdana pada 22 Juli 2026.

Meski demikian, Qodari menegaskan bahwa radio tersebut bukan merupakan program ataupun inisiatif pemerintah.

Radio ini diharapkan menjadi sarana penyebaran informasi mengenai aktivitas koperasi, harga kebutuhan pokok, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga: Omzet Kopdes Merah Putih di Semarang Tembus Rp 100 Juta/Bulan, Gas LPG Dijual Murah Rp 18 Ribu

Qodari Tegaskan Radio Bukan Dibuat Pemerintah

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M Qodari, meluruskan anggapan yang berkembang setelah dirinya hadir dalam peluncuran Radio Merah Putih.

Ia menegaskan, pemerintah maupun Bakom RI tidak terlibat sebagai pihak yang membangun atau menginisiasi radio tersebut.

"Bukan Bakom dan pemerintah yang membuat Radio Merah Putih. Yang membuat adalah Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi.

Mereka minta saya hadir dalam siaran pertama Radio Merah Putih tersebut," ujar Qodari dilansir dari Kompas.com, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurutnya, kehadirannya semata-mata memenuhi undangan dari pengurus Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Banyuwangi yang ingin memulai siaran perdana radio tersebut.

LOKER KOPDES MERAH PUTIH - Dibuka 30.000 posisi manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran dilakukan secara online, proses rekrutmen tanpa pungutan biaya.
KOPDES MERAH PUTIH - Potret Koperasi Desa Merah Putih. Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Radio Merah Putih pada 22 Juli 2026. Radio ini dapat diakses masyarakat melalui layanan streaming di ponsel. (Kompas.com)

Jadi Pusat Informasi Harga Sembako

Ketua Asosiasi Kopdes Merah Putih Kabupaten Banyuwangi, Imam Maskun, menjelaskan bahwa Radio Merah Putih dibangun untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, khususnya mengenai aktivitas koperasi.

Ia mencontohkan salah satu fungsi utama radio tersebut adalah memberikan pembaruan harga sembako yang dijual di gerai Kopdes Merah Putih.

Dengan informasi yang diperbarui secara berkala, masyarakat dapat mengetahui harga kebutuhan pokok sebelum datang berbelanja.

"Kayak umpamanya kita itu 1 jam atau 1 hari dua kali update (harga) barang-barang itu, maka benar-benar masyarakat ini tahu gitu loh, bahwa di koperasi itu ada harga-harga barang subsidi yang murah sesuai HET," kata Imam.

Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang cepat dan akurat mengenai harga barang bersubsidi yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca juga: Mensos Gus Ipul Sebut Pencairan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih Dimulai Agustus 2026, Cek Skemanya

Sosialisasikan Manfaat Menjadi Anggota Koperasi

Selain menjadi media informasi harga, Radio Merah Putih juga diproyeksikan sebagai sarana edukasi mengenai manfaat bergabung sebagai anggota koperasi.

Menurut Imam, masyarakat perlu mengetahui berbagai keuntungan yang bisa diperoleh ketika menjadi anggota Kopdes Merah Putih, mulai dari harga belanja yang lebih murah hingga kesempatan memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU).

Tak hanya itu, radio tersebut juga akan menghadirkan beragam informasi lain yang dibutuhkan masyarakat.

"Jadi benar-benar radio ini berfungsi untuk kemasyarakatan di samping sosialisasi untuk koperasi sendiri, juga nanti juga ada program kayak kesehatan atau aduan apa.

Nah ini akan menjadi bahan penyambung untuk market kita kepada masyarakat, berupa radio sebagai sarana dan prasarana untuk memberikan informasi yang akurat barang-barang contoh barang-barang subsidi," jelasnya.

Imam mengatakan Radio Merah Putih nantinya akan rutin menyiarkan informasi mengenai berbagai produk yang tersedia di koperasi, baik kategori pangan (food) maupun nonpangan (non-food).

Promosikan Produk UMKM Hingga Barang BUMN

Keberadaan Radio Merah Putih juga diharapkan mampu memperkenalkan produk-produk UMKM binaan koperasi kepada masyarakat lebih luas.

Imam menilai produk UMKM memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk pabrikan, namun dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

"Nah tetapi harganya itu di bawah harga ritel sesuai dengan apa yang diharapkan dari pemerintah pusat. Di sini ada semua.

Nah itu masyarakat supaya tahu nantinya itu melalui Radio Merah Putih ini update kayak barang-barang subsidi, kayak barang-barang yang premium pun produk-produk kayak BUMN, kayak BULOG, apa itu semua itu akan benar-benar tersampaikan ke masyarakat," paparnya.

Melalui radio tersebut, masyarakat juga akan memperoleh informasi mengenai produk-produk dari BUMN maupun Bulog yang dipasarkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih.

Baca juga: Polemik Kipas KDMP Rp1,8 T: Menkop Bilang Bukan Wewenangnya, Dirut Agrinas Bilang Bukan Urusan Saya

Biaya Operasional Murah, Manfaat Dinilai Besar

Meski menghadirkan layanan informasi berbasis digital, Imam memastikan biaya operasional Radio Merah Putih tidak terlalu besar.

Menurutnya, keberadaan radio justru menjadi investasi penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Karena memang barang-barang kita yang dijual ini harganya itu harga murah, harga sesuai HET," ucapnya.

Dengan harga barang yang tetap terjangkau, koperasi berharap masyarakat semakin terdorong untuk berbelanja di gerai Kopdes Merah Putih.

Klaim Omzet Tertinggi Kedua se-Jawa Timur

Imam juga mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap keberadaan Kopdes Merah Putih di Banyuwangi sejauh ini sangat positif.

Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan toko ritel modern menjadi salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat.

Ia bahkan mengklaim gerai Kopdes Merah Putih Banyuwangi berhasil mencatatkan omzet tertinggi kedua di Jawa Timur sejak Desember 2025.

"Waduh ini luar biasa, dikarenakan apa? Kayak harga telur umpamanya di kita ini ternyata lebih murah daripada di ritel atau modern gitu. Dan omzet kita itu kemarin itu kita nomor 2 se-Jawa Timur. Itu dapat penghargaan kemarin dari Bu Gubernur kita ranking 2 se-Jawa Timur," kata Imam.

Tak Hanya Radio, Promosi Dilakukan Lewat Media Sosial

Selain mengembangkan Radio Merah Putih, pengurus koperasi juga terus memperluas promosi melalui berbagai media lain.

Mulai dari baliho, billboard, Instagram, hingga TikTok dimanfaatkan untuk mengenalkan program serta produk-produk koperasi kepada masyarakat.

Imam berharap Radio Merah Putih nantinya dapat menjadi media favorit masyarakat Banyuwangi, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang membutuhkan informasi harga kebutuhan pokok setiap hari.

"Nah ini aplikasi yang gini akan nantinya itu di tempat pos-pos ngopi atau tempatnya di pasar-pasar itu, jadi media informasi ini lebih sangat didominasi biar nantinya sama radio populernya ke radio emak-emak," imbuh Imam.

Dengan konsep berbasis streaming yang dapat diakses melalui ponsel, Radio Merah Putih diharapkan mampu menjadi saluran informasi yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.