Kulon Progo Terima 5 Armada Kopi Roro dari Danais DIY, Dimanfaatkan untuk Promosi Kopi Menoreh
Muhammad Fatoni July 26, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menerima sebanyak 5 armada kopi bergerak (mobile) bertajuk Kopi Roro (Roda Loro) dari Danais (Dana Keistimewaan) DIY.

Penyerahannya disertai dengan peluncuran toko kopi (coffee shop) Kopi Roro pada Jumat (24/07/2026) lalu.

Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Kurniawan, menjelaskan bantuan itu sebagai wujud nyata peran pemerintah dalam menstimulasi kemandirian lembaga ekonomi lokal. Terutama di sektor usaha kopi.

"Peran tersebut diwujudkan lewat alokasi Danais sebagai katalisator," jelasnya pada Minggu (26/07/2026).

Menurut Kurniawan, peran sebagai katalisator berarti pemerintah tidak selamanya terus memberikan bantuan.

Masyarakat sebagai pelaku usaha juga harus mampu berkembang secara mandiri, berkelanjutan, dan adaptif.

Bantuan itu diberikan dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 dan Hari UMKM ke-11.

Peringatan ini sekaligus memperkuat peran UMKM dan koperasi dalam perputaran ekonomi di DIY.

"Apalagi kita tidak punya industri besar seperti daerah lain, sehingga adanya UMKM dan koperasi jadi perhatian utama," ujar Kurniawan.

Baca juga: Dispar Kulon Progo Perkenalkan Destinasi Wisata Baru Paralayang Girisembung, Siap Diresmikan Menpar

Pengembangan Kopi Menoreh

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Agung Kurniawan, mengatakan bantuan Kopi Roro akan dioptimalkan untuk mengembangkan Kopi Menoreh secara optimal. 

Sebab Kopi Menoreh adalah produk unggulan dari Kulon Progo.

Lewat Kopi Roro, pemasaran Kopi Menoreh akan lebih dimaksimalkan.

Termasuk mendorong digitalisasi, ekspansi, hingga profesionalisme dalam memasarkan Kopi Menoreh sebagai produk unggulan.

"Lewat cara seperti ini, Kopi Menoreh bisa bersaing hingga pasar nasional, bahkan global," kata Agung.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini sudah waktunya mengubah budaya dari pengusaha takdir jadi pengusaha tajir.

Salah satunya lewat koperasi dan UMKM yang bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Agung mengatakan Pemkab Kulon Progo terus melakukan pendampingan intensif dari hulu ke hilir.

Mulai dari tahap perizinan, sertifikasi halal, PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), hingga standarisasi produk.

"Pendampingan tersebut memastikan produk UMKM dan koperasi dari Kulon Progo bisa masuk ke pasar yang lebih luas," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.