Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor tata kelola pangan perkotaan atau urban food governance di tingkat global melalui program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis).
Program tersebut akan dibawa ke Study Visit on School Meals Programme di Milan, Italia, pada 27–30 Juli 2026 atas undangan resmi World Food Programme dan Milan Urban Food Policy Pact.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar, mengatakan bahwa keikutsertaan Kota Bandung dalam agenda internasional tersebut menjadi bentuk pengakuan berkelanjutan terhadap inovasi lokal.
"Inovasi lokal itu yang berhasil membangun ekosistem pangan terpadu, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemanfaatan pangan di masyarakat," ujar Gin Gin, Minggu (26/7/2026).
Di Milan nanti, kata Gin Gin, delegasi Kota Bandung akan bergabung bersama kementerian teknis Indonesia dan pemerintah daerah yang terpilih untuk merumuskan penguatan kapasitas (capacity building) serta tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai pengembangan sistem pangan sekolah yang berkelanjutan," katanya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan konsistensi Kota Bandung dalam mengembangkan kebijakan pangan yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui program Buruan SAE. Bagi Gin Gin, kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya.
Pada kunjungan pertama, 12–18 April 2025, Gin Gin bersama para pemimpin kota di Asia Tenggara menerima penghargaan internasional atas penyusunan Project Proposal School Meal Kota Bandung.
"Proposal tersebut merupakan hasil dari School Meal Workshop yang digelar di Bandung pada Juli 2024 dan menawarkan konsep integrasi hasil pertanian perkotaan ke dalam sistem penyediaan makanan bergizi bagi siswa," ucapnya.
Selanjutnya, pada 13–17 Oktober 2025, Kota Bandung kembali memperoleh pengakuan dunia dengan meraih Special Mention Award pada ajang MUFPP Global Forum 2025 dalam kategori Food Waste.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Bandung mengintegrasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pengomposan, serta pertanian masyarakat dalam mengurangi sampah organik sejak dari sumbernya.
"Pada kunjungan ketiga tahun ini, Kota Bandung akan berperan sebagai mitra strategis dalam pembelajaran bersama yang melibatkan WFP, MUFPP, School Meals Accelerator, dan kementerian lintas sektor Republik Indonesia," ujar Gin Gin.
Kunjungan ini difokuskan pada peran pemerintah daerah sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat lapangan.
"Kota Milan telah menjadi seperti rumah kedua bagi gerakan Buruan SAE. Kemitraan kita dengan Pemerintah Kota Milan dan MUFPP bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan persaudaraan gagasan," katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Milan terus memberikan apresiasi terhadap kiprah Kota Bandung. Wakil Wali Kota Milan sekaligus Chair of the MUFPP Steering Committee, Anna Scavuzzo, secara konsisten menyambut delegasi Bandung sebagai mitra sejajar yang membawa pengalaman berharga dari negara-negara Global South.
"Kota Bandung membuktikan bahwa inovasi lokal dari lorong-lorong permukiman padat mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi standar pangan sekolah dunia," ujar Gin Gin.