Ayah Tewas Diamuk Warga, Diseret hingga Motor Dibakar seusai Diduga Maling Ayam Aduan di Tabanan
Anggraini Puspasari July 26, 2026 05:12 PM

Seorang ayah tiga anak berinisial KD, warga Kabupaten Buleleng, meninggal dunia seusai menjadi sasaran amuk massa di Kabupaten Tabanan.

Peristiwa itu terjadi setelah KD diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Kabar duka tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga.

Kepolisian kini menyelidiki penyebab kematian korban serta dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Informasi itu diungkapkan Kepala Subbidang Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi.

Ia mengatakan penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk penyebab kematian KD.

Menurut Rina, peristiwa bermula ketika KD diduga hendak membawa kabur seekor ayam milik warga sekitar pukul 01.30 WITA.

Aksi tersebut diketahui warga yang kemudian mengamankan KD secara beramai-ramai.

Dalam insiden itu, KD diduga mengalami pengeroyokan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengumpulkan barang bukti.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan seekor ayam milik korban, sebilah golok yang diduga milik KD, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Selain itu, satu unit sepeda motor yang diduga digunakan KD juga ditemukan dalam kondisi terbakar setelah dibakar warga.

Rina mengatakan dugaan pencurian ayam tersebut dipicu keresahan warga akibat maraknya kehilangan ternak dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, kepolisian tetap mengusut dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi sidik jari di lokasi.

Jasad KD dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Semara Ratih, Tabanan.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku ikut terpukul ketika menjemput jenazah korban.

Menurut Sutama, apa pun kesalahan yang diduga dilakukan seseorang, penyelesaiannya seharusnya tetap melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang menghilangkan nyawa.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila memergoki seseorang yang diduga melakukan tindak pidana.

Menurutnya, orang yang diduga melakukan pelanggaran cukup diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Sutama mengaku memahami keresahan masyarakat di wilayah Baturiti yang belakangan kerap kehilangan ternak, khususnya ayam aduan.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Di sisi lain, keluarga korban disebut telah memilih mengikhlaskan kepergian KD.

Hingga saat ini, pihak keluarga juga belum mengajukan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.