Ketua PWNU Kaltara Usul Pertemuan NU Se-Kalimantan di IKN Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama 2026
Amiruddin July 26, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Utara, H Alwan Saputra, menggagas usulan pertemuan antarwilayah Kalimantan, jelang Mukamar ke-35 NU Tahun 2026

Rencananya Muktamar NU akan dilaksanakan pada 27–31 Agustus 2026.

Muktamar akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. 

"Ya semacam pramuktamar untuk wilayah Kalimantan. 

Saya sudah hubungi Kaltim dan beberapa perwakilan lain, tinggal Kalbar yang belum (dihubungi)," kata Alwan Saputra saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (22/7/2026) malam. 

Dalam usulannya itu, Alwan Saputra mengajukan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi pertemuan NU antarwilayah Kalimantan. 

Meski tidak harus menghasilkan satu kesepakatan berupa dukungan ke calon Ketua PB NU, namun Alwan Saputra menilai pertemuan ini penting untuk membahas berbagai hal terkait NU di Kalimantan. 

Baca juga: 5 Tim Bakal Calon Ketua PBNU Sudah Menghubungi PCNU Bulungan, Saidul Chudri: Masih Silaturahmi

Bicara soal pemilihan Ketua Umum PB NU, diakui Alwan Saputra memang ramai di media massa soal calon-calon yang muncul 

Dan ia pun pun mengamini, bahwa sudah ada komunikasi dengan tim dari para calon ini. 

"Karena Keta Umum PB NU dipilih langsung oleh cabang maupun wilayah. 

Jadi muncullah calon-calon, ada yang sosialisasi ke Kaltara, ada juga kami diundang ke sana," katanya.  

Sebagai informasi, bursa calon Ketuan Umum PBNU yang mengemuka ke media antara lain:
 
A. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya): Petahana Ketua Umum PBNU yang menyatakan siap kembali memimpin.

B. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur / Pengasuh PP Tebuireng, diusung dan didukung secara solid oleh PWNU & PCNU se-Jawa Timur.

​C. Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar: Menteri Agama RI & Imam Besar Masjid Istiqlal, muncul sebagai figur pemersatu dengan rekam jejak birokrasi dan keumuman yang kuat.

D. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan): Menteri Haji dan Umrah RI, namanya menguat dari aspirasi kiai, alumni pesantren, dan warga Nahdliyin.

E. KH Marzuki Mustamar: Tokoh ulama senior Jawa Timur dan mantan Ketua PWNU Jatim.

Menanggapi nama-nama yang beredar, Alwan Saputra menilai calon-calon yang sudah muncul ini, semuanya baik, bagus, dan merpakan keder terbaik NU. 


Pemimpin Muda versi Alwan 

Secara pribadi, Alwan Saputra menilai bahwa di luar calon-calon yang sudah muncul, masih ada kader muda NU lain yang berpotensi ke depannya, terutama jika melihat kepentingan regenerasi pemimpin di NU.  

Menurut Alwan satu di antaranya adalah Bendahara Umum NU, Gudfan Arif Ghofur atau kerap disebut Gus Gudfan. 

"Pertimbangannya beliau masih muda. 

Selain itu beliau sangat membantu di NU. 

Saya dorong beliau maju," ujarnya. 

Selain itu, ada lagi nama Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial. 

"Saya cenderung melihatnya sebagai tokoh yang sudah terbukti. 

Beliaukan Sekjen PB NU, pernah menjadi Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa, lalu Wakil Gubernur Jawa Timur (dua periode 2009-2014 dan 2014-2019), lalu Walikota Pasuruan (2021-2024)," katanya. 

"Cak Imin (Muhaimin j Iskandar, Ketua Umum PKB juga cocok. 

Lalu ada juga Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional)," lanjut Alwan. 

Lebih jauh, Alwan Saputra menilai bahwa calon Ketua Umum PBNU juga harus paham dengan dunia bisnis. 

"Karena NU akan mengelola bisnis tambang. 

Konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada NU ada di Sangatta, Kalimantan Timur seluas 26 ribu hektare," katanya. 

100 Tahun NU

Muktamar ke-35 NU merupakan gelaran muktamar pertama di abad kedua berdirinya Nahdlatul Ulama, artinya NU sudah genap berusia 100 tahun. 

Soal usia 100 tahun NU, Alwan Saputra punya pandangan yang dikaitkan dengan pemilihan ketum PB NU. 
 
"Ada Hadist Rasululah SAW diriwayatkan oleh Abu Dawd Hurairah yang menyebutkan hadirnya seorang pembaharu atau mujaddid. 

'Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseoang yang memperharaui agamanya," katanya. 

"Ini kaitannya dengan NU yang saat ini bersia 100 tahun. 

Ini bisa saja terjadi, Selama inikan anggapan islam itu di Arab, namun islam terbesar di dunia itu kan di Indonesia. 

Dan ormas terbesar itu ya NU," katanya. 

"Insya allah apa yang disampaikan Raslulah itu, tepat di usia 100 tahun NU ini. 

Dan Insya Allah saya yakin, siapapun yang terpilih nanti menjadi Ketua Umum PBNU, itulah yang membawa NU lebih baik ke depan," pungkas Alwan Saputra. 

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.