Suasana Pilu Anak-anak Pria Tewas Dikeroyok Massa Antarkan Jasad Ayah
Desy Selviany July 26, 2026 05:30 PM

TRIBUNDEPOK-Jasad KD, pria Buleleng, Bali dikeluarkan dari gubuk kecilnya untuk dikuburkan Sabtu (25/7/2026). 

KD merupakan pria yang tewas usai dikeroyok massa karena diduga mencuri ayam.

Pria dari Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali itu tewas dikeroyok warga Tabanan, Bali usai diduga mencuri ayam.

Video pengeroyokan KD pun sempat viral di media sosial. 

Usai tewas diamuk massa, KD pun dimakamkan di kampungnya di Buleleng.

Jasad KD pun diantarkan anak-anaknya yang masih kecil.

Dimuat TribunBali, seorang anak bahkan meronta-ronta saat mengantarkan jasad ayahnya ke liang lahat hingga harus ditenangkan warga.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku ikut terpukul ketika menjemput jenazah korban. 

Momen yang paling membekas baginya adalah saat melihat anak-anak KD menangis kehilangan ayah mereka.

Korban diketahui meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.

"Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya," ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Sutama, apapun kesalahan yang diduga dilakukan seseorang, penyelesaiannya seharusnya tetap melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang menghilangkan nyawa.

Baca juga: Menteri HAM Kesal Pejabat Sayembara Begal, Pria di Bali Tewas Dihakimi Massa

Sutama mengaku memahami keresahan masyarakat di wilayah Baturiti yang belakangan kerap kehilangan ternak, khususnya ayam aduan.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," ujarnya.

Di sisi lain, keluarga korban disebut telah memilih mengikhlaskan kepergian KD.

Hingga saat ini, pihak keluarga juga belum mengajukan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Orangnya sudah meninggal. Saya sampaikan kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya. Soal yang terjadi, biarlah menjadi urusan hukum dan Tuhan yang memberikan jalan terbaik," kata Sutama.

Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki peristiwa tersebut.

(TribunDepok/DES/TribunBali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.