Bagaimana Babi Bisa Menyebar ke Seluruh Indonesia? Ini Kata Studi
GH News July 26, 2026 08:08 PM
Jakarta -

Hewan di Indonesia sangat jarang menyebrang garis imajiner, Garis Wallace. Namun, ada satu hewan yang ditemukan secara merata di Indonesia.

Populasi babi terdapat di kedua sisi Garis Wallace dan tersebar di seluruh Asia Tenggara hingga Kaledonia Baru, Vanuatu, dan Polinesia terpencil.

Sebuah studi yang terbit di jurnal Science mengungkap persebaran babi disebabkan oleh aktivitas manusia sejak ribuan tahun lalu. Studi ini dilakukan dengan menganalisis DNA spesimen arkeologis dan babi yang hidup.

Alasan Babi Tersebar Luas

Dalam studi yang terbit di jurnal Science pada 1 Januari 2026, para peneliti menggunakan DNA purba untuk mengungkap aktivitas manusia yang berpindah-pindah. Mereka juga meneliti genom lebih dari 700 babi dan mencari tahu titik mana yang menjadi awal penyebaran babi pada masa lalu.

"Sangat menarik bahwa kita dapat menggunakan DNA purba dari babi untuk mengungkap lapisan aktivitas manusia di wilayah yang sangat kaya keanekaragaman hayati ini," ujar Profesor Laurent Frantz, penulis senior studi dari Queen Mary University of London, dikutip dari EurekAlert, Sabtu (25/7/2026).

Studi tersebut menemukan penyebaran babi memang dibawa oleh manusia. Orang-orang di Asia Pasifik telah memindahkan spesies babi dari satu wilayah ke wilayah ini.

Bukti paling awal terjadi di Indonesia. Spesies manusia purba yang tinggal di Sulawesi 50.000 tahun lalu, telah menggambar atau melukis babi berkutil hingga ke Timor Leste. Peneliti menduga ini berkaitan dengan stok buruan.

Persebaran Babi Dimulai dari Taiwan

Jalur persebaran babi dimulai dari Taiwan menuju Filipina, ke Maluku (Indonesia), ke Papua Nugini hingga ke pulau-pulau kecil seperti Vanuatu dan Polinesia.

Sebagian dari babi-babi domestik lepas dan menjadi babi liar. Di wilayah tertentu seperti pulau Komodo, terjadi perkawinan silang antara babi domestik dengan babi berkutil yang dibawa penduduk Sulawesi ribuan tahun lalu.

"Penelitian ini mengungkapkan apa yang terjadi ketika manusia memindahkan hewan dalam jarak yang sangat jauh, melintasi salah satu batas alam paling mendasar di dunia. Pergerakan ini menyebabkan munculnya babi dengan perpaduan berbagai leluhur," papar Dr David Stanton dari Universitas Cardiff dan Universitas Queen Mary London, penulis utama studi.

"Pola-pola ini secara teknis sangat sulit untuk diuraikan, tetapi pada akhirnya membantu kita memahami bagaimana dan mengapa hewan-hewan tersebar di seluruh kepulauan Pasifik," imbuhnya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.