TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman mulai melengkapi kekuatan di lini depan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Super Elja kini telah memiliki tiga penyerang yang diproyeksikan menjadi andalan sepanjang musim.
Dua di antaranya merupakan striker asing asal Brasil, yakni Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari Custodio. Sementara satu nama lain adalah penyerang Timnas Indonesia, Dimas Drajad, yang didatangkan dari Persib Bandung.
Kepastian bergabungnya Dimas Drajad diungkap langsung oleh pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra.
Saat ditanya apakah PSS masih berburu striker lokal, Huistra memastikan kebutuhan tersebut sudah terpenuhi.
“Kami sudah punya,” ujar Huistra, Minggu (26/7/2026.
Ketika ditanya kembali memastikan apakah yang dimaksud adalah Dimas Drajad, pelatih asal Belanda itu tak membantah.
“Ya, Dimas Drajad. Dia salah satu striker terbaik di Indonesia. Kami juga punya dua striker asing. Jadi sekarang kami memiliki banyak pilihan di lini depan,” kata Huistra.
Dengan komposisi tersebut, PSS memiliki variasi opsi di sektor penyerangan. Gustavo Tocantins dikenal sebagai mesin gol tim dalam dua musim terakhir, Matheus Fornazari diharapkan menambah daya gedor, sementara Dimas Drajad memberikan pengalaman serta kualitas sebagai salah satu penyerang terbaik di kompetisi Indonesia.
Di sisi lain, PSS Sleman juga terus mematangkan persiapan menyambut Super League yang kickoff 4 September nanti. Tim berjuluk Super Elja itu telah menjalani latihan sejak Rabu (15/7/2026) dan kini memasuki hari ke-11 pemusatan latihan.
Huistra mengungkapkan perkembangan para pemain cukup menggembirakan. Menurutnya, mayoritas pemain datang dalam kondisi fisik yang baik karena tetap menjalankan latihan secara mandiri selama masa libur kompetisi.
“Dalam satu pekan saja sudah terlihat perkembangan yang besar. Sebagian besar pemain tetap berlatih sendiri selama masa liburan. Menurut saya memang begitu seharusnya pemain profesional. Mereka harus menjaga kondisi secara mandiri,” ujarnya.
Meski demikian, Huistra menegaskan pekerjaan tim pelatih belum selesai. Setelah kondisi fisik mulai terbentuk, fokus latihan kini bergeser pada pemahaman taktik dan konsep permainan yang akan diterapkan sepanjang musim.
“Mereka sekarang harus mempelajari taktik, memahami apa yang kami inginkan dan rencana permainan kami,” katanya.
Huistra juga mengingatkan bahwa tantangan PSS musim ini akan jauh lebih berat. Setelah promosi ke kasta tertinggi, Super Elja harus bersaing di Super League yang memiliki intensitas pertandingan lebih tinggi dibanding musim lalu.
Karena itu, peningkatan kebugaran dan kekuatan fisik menjadi prioritas utama selama pramusim.
“Tentu kondisi fisik mereka juga masih harus ditingkatkan. Tahun ini kami bukan lagi bermain di Liga 2, tetapi di Liga 1. Jadi kami membutuhkan kebugaran yang lebih baik, kekuatan yang lebih besar. Kami harus mempersiapkan semuanya, dan tempat latihan ini sangat bagus untuk itu,” tutur Huistra.