TRIBUNNEWS.COM -Sebuah mobil nekat menabrak kerumunan peserta parade LGBTQ di Berlin, Jerman, pada Sabtu malam (25/7/2026).
Akibat kejadian itu, orang tewas dan sedikitnya 16 lainnya terluka.
Insiden tersebut memaksa polisi membatalkan rangkaian acara beberapa jam setelah perayaan dimulai.
Menurut kepolisian Jerman, sebuah mobil berwarna putih melaju ke kawasan Taman Tiergarten, dekat rute parade Pride di pusat kota Berlin, sebelum menabrak sejumlah orang dan akhirnya menghantam sebuah pohon.
Polisi menyatakan beberapa korban mengalami luka yang mengancam jiwa. Masyarakat yang berada di lokasi diminta segera meninggalkan area acara demi alasan keselamatan.
Kendaraan yang diduga digunakan dalam insiden itu ditinggalkan di lokasi.
Aparat kemudian melancarkan pencarian intensif terhadap pelaku dengan menutup sebagian kawasan di sekitar Tiergarten untuk keperluan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan bukti, mengutip Al Jazeera, Minggu (26/7/2026).
Baca juga: Elite Parpol Kompak Tolak LGBT Hingga Dorong Pemberantasan Korupsi dan Narkoba di Depan Para Ulama
Pada Minggu (26/7/2026) dini hari, polisi mengumumkan telah mengidentifikasi seorang tersangka, yakni seorang pria di Berlin.
Namun hingga saat ini tersangka belum ditangkap.
Juru bicara kepolisian, Florian Nath, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan aparat belum dapat memastikan motif, kronologi lengkap, maupun peran spesifik tersangka dalam insiden tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan pemerintah akan memastikan insiden itu diusut secara menyeluruh dan para pelaku dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt juga disebut akan terlibat dalam proses penanganan kasus tersebut.
Wali Kota Berlin Kai Wegner mengecam peristiwa itu sebagai serangan terhadap masyarakat yang bebas dan terbuka. Ia menyatakan keterkejutannya karena insiden terjadi setelah parade Pride yang sebelumnya berlangsung damai dan meriah.
Lebih dari 2.200 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan parade Christopher Street Day, salah satu perayaan LGBTQ terbesar di Eropa yang setiap tahun dihadiri ratusan ribu peserta.
Setelah insiden terjadi, acara di sekitar Gerbang Brandenburg dibatalkan dan masyarakat diminta menghindari kawasan Taman Tiergarten.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab dan motif di balik insiden tersebut. Identitas tersangka maupun korban belum diumumkan secara resmi.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)