Dalam Semalam, 2 Orang di Probolinggo Dibegal di 1 Wilayah, Korban Tak Lapor Polisi
Luky Setiyawan July 26, 2026 09:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Pembegalan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. 

Kali ini, aksi pencurian disertai kekerasan (Curas) itu terjadi dua kali berturut-turut dalam waktu sehari, tepatnya hanya selisih jam saja.

Dua insiden tersebut semuanya terjadi pada Sabtu (25/7/2026) dinihari dan pagi hari di wilayah hukum Polsek Maron.

Meski begitu kedua korban begal memilih tidak melapor ke Polsek setempat maupun melapor ke Polres Probolinggo.

Baca juga: Usai Cairkan Tunjangan Ratusan Guru Non ASN di Probolinggo, Dini Rahmania Kawal Nasib 65 Guru Lain

Baca juga: Kades dan Perangkat Desa Ngadisari Probolinggo Ditahan Kejari dalam Kasus Penganiayaan

Aksi begal pertama dialami seorang wanita namun hingga kini masih belum diketahui identitasnya yang diduga menjadi korban begal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sekitar pukul 01.55 WIB.

Dalam video yang beredar, korban mengenakan jaket warna orange dan berkerudung merah serta celana hitam sudah tergeletak di Puskesmas Maron.

Sementara korban lainnya, yakni Imam, warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, yang bekerja sebagai tukang selep daging pentol di Pasar Maron.

Biasanya korban berangkat dari rumahnya sekitar pukul 5.00 WIB.

Meski sepeda motor jenis scoopy milik korban berhasil dibawa kabur oleh komplotan pelaku yang diduga berjumlah 6 orang. Namun, korban memilih tidak melapor ke pihak kepolisian.

"Adanya informasi (Pembegalan) tersebut memang kami dengar. Namun sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi dari korban," kata Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwanto, Minggu (26/7/2026).

"Petugas juga masih melakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut sambil lalu menunggu laporan resmi dari korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan lagi jika sudah ada hasil atau kepastian kebenarannya," imbuhnya.

Sementara itu Moh. Ma'ruf, warga Desa Satreyan menyebut memang mendengar adanya informasi pembegalan yang beredar melalui WhatsApp Grup (WAG).

"Informasinya satu cowok dan satu cewek. Kalau yang cowok katanya sempat pingsan karena dipukul dari belakang. Tapi saya tidak tahu persis warga mana saja karena hanya lihat di grup WhatsApp saja," ujar Ma'ruf saat dikonfirmasi.

(Ahsan Faradisi/TribunjatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.