Lewat Pendampingan, Menpar dan Pemkab Banyuwangi Dorong Desa Kemiren Agar Jadi Best Tourism Village
Luky Setiyawan July 26, 2026 09:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi selama dua hari, Sabtu - Minggu (25-26/7/2026).

Salah satunya, Menteri Pariwisata mengunjungi Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah dan mendorongnya menjadi Best Tourism Village dari Badan Pariwisata PBB (UN Tourism).

Sebelumnya, Desa Kemiren sempat masuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari UN Tourism. 

Kemiren dinilai sebagai desa wisata potensial untuk meningkatkan tata kelola dan memenuhi standar internasional, sehingga layak mendapatkan pendampingan khusus. 

Baca juga: Peringati Hari Pajak, Pemkab Banyuwangi Gelar BapeRun, Sebagian Uang Pendaftaran Didonasikan

Baca juga: Menpar Widiyanti Sebut Banyuwangi Jadi Contoh Keberhasilan Pengembangan Pariwisata Indonesia

"Semoga setelah mendapat pendampingan, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village," ujar Menpar saat menyusuri kawasan rumah adat Osing Kemiren.

Selama kunjungan, Menpar yang didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berjalan kaki menyusuri gang desa dan berinteraksi langsung dengan warga. 

"Warga di sini sangat kreatif dalam mempertahankan tradisi mereka," puji Menpar.

Selin itu, Menpar juga mengunjungi Sanggar Genjah Arim. 

Di sana, Menpar juga disuguhkan berbagai minuman dan kuliner tradisional, seperti kue cucur, kopi Osing, rujak soto, hingga kuliner khas pecel pitik (olahan ayam kampung panggang yang dibalur dengan kelapa parut dan bumbu kacang dengan resep khas masyarakat Osing). 

“Ini pertama kali saya makan rujak soto. Enak,” kata dia sambil mengacungkan jempol jarinya.

“Kalau kue cucur, saya sudah biasa makan, tapi yang di sini luar biasa,” imbuhnya.

Menpar juga menjajal menyangrai kopi secara tradisional menggunakan tungku dan penggorengan dari tanah liat, hingga memasak kue cucur bersama warga. 

“Saya terkesan dengan suasana di sini. Kehangatan masyarakat Banyuwangi, budayanya, makanannya, desanya. Tadi sudah kami bahas bagaimana agar bisa meningkatkan pariwisata di Banyuwangi,” ujar Menpar. 

Menpar juga mencicipi berbagai jenis kopi asli banyuwangi di Sanggar Genjah Arum.

Di Genjah Arum, Menpar juga menyaksikan tari Gandrung dan Barong Osing.

"Saya sudah mencicipi kopi arabika, liberika, dan kopi yang bisa bikin ngantuk. Enak. Saya sangat mendukung penuh industri kopi, termasuk dari Banyuwangi. Saya biasanya kalau ke luar negeri selalu bawa kopi untuk gift sebagai upaya mempromosikan kopi lokal,” ujarnya. 

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan terimakasih kepada Menpar yang terus mendampingi Desa Wisata Adat Osing Kemiren. 

"Kemiren punya kekuatan budaya dan tradisi yang sangat khas. Kami berharap melalui pendampingan ini, Kemiren semakin siap menerima wisatawan dari berbagai negara, tanpa kehilangan jati diri dan karakter budaya Osing yang selama ini menjadi daya tariknya," tutur Ipuk.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.