TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, mengajak seluruh unsur, institusi, dan lembaga terkait untuk merapatkan barisan dalam penanggulangan kebakaran lahan.
Panca menuturkan, berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Nino akan memengaruhi musim kemarau di tahun 2026.
Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau terasa lebih kering dan berlangsung lebih lama dibanding kondisi normal, sehingga berdampak pada intensitas kebakaran lahan yang berpotensi semakin tinggi.
"Kalau dua tahun terakhir (2024 dan 2025) kan bukan El Nino. Jadi (musim kemarau) tidak seekstrem sekarang," kata Panca kepada wartawan di Indralaya, Minggu (26/7/2026).
Data dari BMKG yang diterima Pemkab Ogan Ilir, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September mendatang.
Dan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga November mendatang.
"Saya sudah berbicara dengan Kapolres, Dandim. Kita harus mewaspadai ancaman kebakaran lahan," ujar Panca.
Pemkab Ogan Ilir sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Ogan Ilir Nomor 385/KEP/BPBD/2026.
Untuk mendukung upaya pencegahan karhutla, Pemkab Ogan Ilir bersama unsur Forkopimda membentuk posko karhutla sebagai pusat informasi dan koordinasi.
Posko tersebut akan melibatkan Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta Manggala Agni.
“Tim Satgas akan melakukan pencegahan sedini mungkin. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ucap Panca.
(*)