SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan, operasional, dan layanan ibadah haji 2027 dipastikan akan makin baik menyusul langkah cepat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang telah memulai persiapan sejak dini.
Begitu operasional ibadah haji 2026 berakhir Juni lalu, penentuan kuota untuk tahun depan langsung digodok intensif guna menjamin kelancaran seluruh tahapan.
Langkah percepatan ini menjadi krusial demi memastikan kesiapan penuh para calon jemaah haji sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Dari sisi pendataan, seluruh nama calon jemaah haji telah terintegrasi ke dalam basis data resmi untuk proyeksi keberangkatan mendatang.
Mereka yang berhak melunasi dan siap terbang sesuai jadwal jika dinyatakan istithaah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Surya.co.id, estimasi kuota haji Jawa Timur yang akan berangkat pada musim haji 2027 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Plt Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Jatim Mohammad Asadul Anam mengungkapkan bahwa total porsi jemaah asal Jatim yang diestimasikan terbang pada tahun 2027 mencapai 42.053 orang.
Jumlah itu mencakup dua kategori utama jemaah.
Yakni Jemaah Reguler: Sebanyak 39.933 orang yang masuk dalam sistem antrean resmi, didominasi oleh pendaftar tahun 2012 ke atas.
Jemaah Lansia Prioritas: Sebanyak 2.120 porsi dialokasikan khusus untuk menampung jemaah lanjut usia.
Yakni mereka yang berusia di atas 60 tahun.
Baca juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027, Jemaah Madiun Ikut Diberangkatkan dari Kediri
Kemenhaj Jatim mengklaim persiapan tahun ini jauh lebih matang karena pendataan dilakukan lebih awal.
Juli 2026 ini, deretan nama nominasi jemaah yang berhak berangkat dan melakukan pelunasan untuk musim haji 2027 sudah dikantongi masuk ke dalam sistem daftar tunggu.
"Saat ini tahapannya masih fokus pada verifikasi keabsahan data diri jemaah, mulai dari pengecekan identitas, domisili, hingga kelengkapan asal wilayah," urai Anam.
Meski daftar nominasi jemaah yang berhak melunasi setoran haji sudah keluar, pihak Kanwil Kemenhaj Jatim menegaskan bahwa jadwal resmi pelunasan menunggu jadwal pusat.
Namun akan ada gelombang pelunasan.
Sementara besaran nilai uang pelunasan setoran haji masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama RI pusat dan DPR RI.
Komponen biaya itu masih harus menghitung besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun anggaran terbaru.
Begitu pula dengan penetapan urutan kelompok terbang (kloter).
Hingga saat ini, jadwal pembagian kloter jemaah masih belum dirilis ke publik karena harus merampungkan proses pelunasan terlebih dahulu.
Pihak Kemenhaj mengimbau jemaah yang namanya sudah masuk ke dalam daftar nominasi untuk mulai menjaga kesehatan serta menyiapkan berkas administrasi agar proses pelunasan nanti berjalan lancar.
Baca juga: Pemkab Kediri Percepat Persiapan Bandara Dhoho untuk Layanan Jemaah Haji
Percepatan menjadi kunci utama pelaksanaan ibadah haji 2027.
Berbeda dari musim-musim sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi secara resmi memajukan seluruh lini masa (timeline) persiapan operasional haji sejak akhir Juni lalu.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI serta jajaran Kanwil daerah bergerak kilat guna mengamankan hak serta fasilitas jemaah di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa percepatan ini mutlak dilakukan demi menyesuaikan sistem pengadaan elektronik dengan ketatnya tenggat waktu yang dipatok otoritas Saudi.
Proses penginputan preferensi akomodasi berupa hotel jemaah di Makkah dan Madinah telah bergulir secara digital sejak 30 Juni lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun, Percepatan itu sudah harus dimulai dengan pendataan jemaah.
Agustus besok adalah dimulainya pembukaan sistem untuk penggunaan database jemaah.
Termasuk rekrutmen petugas haji.
Diperkirakan akhir Januari penetapan data jemaah tetap yang mewajibkan seluruh rangkaian proses administrasi dan mekanisme verifikasi tuntas tanpa toleransi perpanjangan waktu.