Dituduh Curi Ayam di Tabanan, Ayah Tewas Diamuk Massa, Nasib Anak PIlu, Pemerintah Jamin Pendidikan
ninda iswara July 27, 2026 06:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - KD, pria asal Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, tewas setelah diamuk massa dan dikeroyok karena diduga tertangkap tangan mencuri ayam aduan milik IWAS (31).

Peristiwa tragis yang menewaskan seorang terduga pencuri ayam terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kabupaten Tabanan menjadi lokasi kejadian yang belakangan menyita perhatian publik.

Wilayah ini merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang berada di bagian selatan Pulau Dewata.

Dengan luas mencapai 839,33 kilometer persegi, Tabanan memiliki bentang alam yang memadukan kawasan pegunungan dan pesisir pantai.

Hamparan sawah yang luas menjadikan daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Bali.

Baca juga: Kronologi Ayah di Bali Dikeroyok Hingga Meninggal Diduga Karena Curi Ayam, Massa Juga Bakar Motor

Posisinya yang strategis membentang dari kawasan tengah hingga selatan pulau turut mendukung sektor pertanian daerah tersebut.

Secara geografis, Tabanan berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara.

Di sisi timur, wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Badung, sedangkan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana.

Sementara di bagian selatan, Tabanan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Di tengah sorotan atas kasus tersebut, perhatian juga diarahkan kepada keluarga terduga pelaku, khususnya anak-anak yang ditinggalkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bergerak memberikan perhatian khusus terhadap kondisi mereka.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami anak-anak KD.

Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), pendampingan mulai disiapkan.

Fokus utama pendampingan tersebut adalah memastikan kondisi mental dan emosional anak-anak tetap terjaga setelah peristiwa itu.

Upaya ini diharapkan dapat membantu mereka melewati situasi sulit akibat kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut.

Terduga pencuri ayam itu diketahui memiliki tiga orang anak.

Anak sulungnya telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMP, dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.

Pendampingan psikologis diperlukan untuk membantu proses pemulihan kondisi mental anak-anak KD.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra.

"Besok (Senin, 27 Juli 2026) sudah dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan," ujar Kariaman usai mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Minggu (26/7/2026), dikutip dari Tribun-Bali.com.

Menurutnya, anak-anak KD sudah terlihat lebih tenang.

Kendati demikian, pendampingan psikologis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi mental mereka secara menyeluruh.

Ini juga bertujuan untuk mencegah trauma berkepanjangan.

"Kalau dari penglihatan kami sudah mulai kelihatan normal. Tapi tetap wajib didampingi psikolog supaya tidak menjadi beban yang berkepanjangan."

"Dari pendampingan itu nanti baru bisa diketahui sejauh mana tingkat traumanya," kata dia.

Selain itu, Pemkab Buleleng juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial untuk anak-anak KD, di antaranya sembako dan pakaian layak pakai.

Kariaman menyebut, keluarga korban tergolong dalam kategori masyarakat kurang mampu.

Keluarga tersebut masuk dalam daftar penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari Kementerian Sosial.

Untuk itu, ke depan, pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah, apabila memenuhi persyaratan.

Baca juga: Sempat Ikhlas, Keluarga Ayah Tiga Anak yang Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali Tempuh Jalur Hukum

PENGGEROYOKAN DI BALI - Kendaraan pelaku yang diduga mencuri ayam aduan di Baturiti, Tabanan pasca dibakar warga, Sabtu 25 Juli 2026. Inzert: isi tas pelaku KD (Tribun Trends/Istimewa via Tribun Bali)

Pendidikan Dijamin Pemerintah

Sementara itu, pendidikan dua anak KD yang masih duduk dibangku sekolah juga akan dijamin oleh Pemkab Buleleng.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.

Ia memastikan, pendidikan kedua anak KD tetap menjadi perhatian pemerintah.

"Kami menjamin bahwa pendidikan mereka saat ini masih bisa berlanjut," ujarnya.

Surya menerangkan, pemerintah akan mengoptimalkan bantuan pendidikan yang tersedia.

Di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), sepanjang memenuhi persyaratan.

Selain itu, Disdikpora juga akan mengupayakan bantuan melalui donatur yang bersifat insidentil.

Untuk anak kedua yang duduk di bangku SMK, pemerintah menawarkan opsi mengikuti program Sekolah Rakyat.

Melalui program itu, seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah.

Namun, keputusan tetap diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kalau berkenan, nanti dipertimbangkan oleh pihak keluarga. Dari Dinas Sosial juga disarankan ikut ke Sekolah Rakyat," jelas dia.

Kronologi Kejadian

Mengutip Tribun-Bali.com, terduga pelaku disebut tertangkap tangan saat mencuri ayam aduan milik IWAS (31).

IWAS merupakan warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Warga yang mengetahui ada pencurian langsung berdatangan dan mengeroyok terduga pelaku.

Aksi main hakim warga itu berujung tewasnya terduga pencuri ayam.

Tak berhenti di situ, massa yang sudah tersulut emosi juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan oleh terduga pelaku saat beraksi.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan, personel Polsek Baturiti menerima laporan masyarakat sekira pukul 02.00 Wita.

"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujarnya.

Di lokasi kejadian, jajaran Polsek Baturiti mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok yang diduga milik pelaku, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Usai kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Semara Ratih.

"Jenazah terduga pelaku kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk penanganan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi awal karena waktu kejadian tidak ditemukan identitas pelaku," ucapnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini.

"Saat ini kami masih mendalami informasi mengenai keresahan masyarakat akibat maraknya kasus kehilangan ternak, khususnya ayam aduan, yang diduga menjadi pemicu warga melakukan aksi main hakim sendiri," imbuhnya. 

(TribunTrends/Tribunnews/Nanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.