TRIBUNGORONTALO.COM – Situasi di Jalan Teuku Umar, Surabaya, Jawa Timur, sempat memanas pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Sejumlah warga terlihat berkumpul di kawasan tersebut.
Massa diduga hendak mendatangi markas debt collector atau penagih utang menyusul insiden yang melibatkan dua orang debt collector dengan penjaga sebuah kafe.
Kericuhan itu disebut bermula dari upaya dua debt collector menarik sepeda motor yang mengalami kredit macet milik salah satu pegawai kafe di kawasan Taman Apsari Surabaya.
Namun, proses penarikan kendaraan tersebut diduga berujung aksi anarkis.
Dua orang penjaga kafe dilaporkan mengalami luka akibat terkena benda tajam dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Dukung Transisi Energi, PLN Electric Run 2026 Kembali Hadir dengan Kuota 8.000 Peserta
Peristiwa itu kemudian memicu kemarahan sejumlah warga.
Massa yang tidak terima dengan kejadian tersebut kemudian berkumpul dan diduga hendak mendatangi markas debt collector.
Situasi yang mulai memanas tersebut akhirnya mendapat penanganan langsung dari aparat Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiyawan turun langsung ke lokasi untuk meredakan situasi.
Ia meminta anggotanya mengimbau warga yang tidak memiliki kepentingan untuk meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.
Menurut Luthfie, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan semakin membesar karena warga yang berkumpul berpotensi mengundang masyarakat lain untuk datang dan menyaksikan situasi.
"Pertama, kami mengupayakan warga yang masih berkumpul di sini, kita imbau untuk segera masuk ke dalam untuk istirahat. Karena kalau nggak kita begitu kan, mereka makin nonton makin banyak. Terus kalau ada yang keluar, suruh masuk lagi," kata Luthfie melalui unggahannya di akun Instagram luthfie.daily, Minggu (26/7/2026).
Selain berupaya membubarkan kerumunan, Kapolrestabes Surabaya juga memerintahkan jajarannya untuk segera mencari pelaku pembacokan yang menyebabkan dua orang mengalami luka.
Polisi menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi kekerasan maupun tindakan anarkis.
"Segera cari pelakunya. Yang pelaku pembacokan itu segera tangkap, termasuk kelompok yang menyerang yang barusan. Kami akan lakukan tindakan hukum. Kegiatan-kegiatan anarkis ini tidak ada toleransi," tegasnya.
Luthfie juga meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri.
Ia mengimbau semua pihak menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.
"Ini saya minta untuk semua pihak menahan diri. Kita yakinkan bahwa Kepolisian Polrestabes Surabaya mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku yang melakukan penganiayaan, pembacokan, tentu kita akan lakukan tindakan hukum," ujarnya.
Kepada para pelaku, Luthfie meminta agar segera menyerahkan diri kepada polisi.
Jika tidak, kepolisian memastikan akan melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pihak yang terlibat.
"Saya minta kerjasamanya untuk para pelaku, saya minta secara sportif segera melaporkan kepada kita atau kita tetap akan mencari dan yakinkan untuk yang lain tetap menjaga situasi kondusif," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil langkah sendiri dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurutnya, tindakan di luar jalur hukum justru berpotensi memperkeruh keadaan dan memicu keributan yang lebih besar.
"Jangan mengambil langkah-langkah sendiri karena tentu akan menjadi kontraproduktif dan akan berimbas pada potensi terjadinya keributan yang lebih besar," lanjutnya.
Luthfie memastikan kepolisian akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan.
Ia juga meminta seluruh masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Kami yakinkan Surabaya tetap aman, semua menahan diri, yakinkan Polrestabes Surabaya akan mengambil langkah-langkah untuk penegakan hukum," pungkasnya. (*)