Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Dua kali kebakaran di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tak terjangkau mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Banggai.
Penyebabnya, jarak lokasi kebakaran dengan markas Damkar puluhan sampai ratusan Kilometer (Km).
Kebakaran pertama tanpa mobil Damkar Pemkab terjadi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Banggai, Senin (20/7/2026) siang.
Baca juga: LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Paling Lambat 2028
Rumah warga milik Suparno (43) itu hanya dipadamkan dengan alat seadanya seperti slang dan ember.
Jarak rumah Suparno dan markas Damkar di Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk mencapai 150 Km.
Jika ke lokasi, petugas Damkar harus bergerak ke arah Utara Luwuk dan menempuh 3,5 sampai 4 jam perjalanan.
Kebakaran kedua terjadi di Dusun I Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Minggu (26/7/2026) malam.
Jarak markas Damkar dengan lokasi kebakaran sekitar 70 Km dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit.
Informasi dihimpun TribunPalu.com, saat kebakara mobil Damkar milik Pertamina EP Donggi Matindok Field dan JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Kasus berbeda ketika kebakaran dapur rumah milik Riswinto Saadjad (56) di Jl Ir Soekarno, terbakar, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Rumah ini hanya 2,3 Km dari Markas Damkar Pemkab Banggai dengan waktu tempuh 6 menit.
Jarak dekat ini membuat dua mobil Damkar meluncur cepat dan melakukan upaya pemadaman agar api tak merembet ke rumah lain.
Pantauan di lapangan, upaya ini berhasil. Api hanya menghanguskan dapur.
Kebakaran di Kecamatan Masama sampai Balantak juga tak ada mobil Damkar karena jarak cukup jauh.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Temuan Satu Keluarga Tak Bernyawa Hebohkan Warga Kelurahan Duyu Palu
Informasi dihimpun TribunPalu.com, sampai tahun anggaran 2026 Pemkab dan DPRD Banggai belum mengalokasikan mobil Damkar di kecamatan terjauh.
Kebijakan anggaran ini diketahui setelah rancangan APBD Rp2,9 triliun disahkan akhir 2025. (*)