Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Juan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita itu dihadiri pimpinan dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam TPID Kota Kupang. Gerakan ini merupakan hasil sinergi antara TPID Provinsi NTT, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, serta berbagai mitra terkait.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Baca juga: Pemkab Belu Gelar Pasar Murah untuk ASN, Sediakan 5 Ton Beras SPHP
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat serta mendukung pengendalian inflasi di Kota Kupang.
"Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Kupang melalui TPID untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok, serta mendukung pengendalian inflasi daerah," ujar Khairil.
Berbagai komoditas pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah harga pasar sesuai kemampuan anggaran dan dukungan para mitra.
Salah seorang warga Kelurahan Oebobo, Maria Neno, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Ia mengatakan harga sejumlah bahan pokok yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah lebih murah dibandingkan harga di pasaran sehingga sangat membantu masyarakat.
"Saya membeli beras, minyak goreng, telur, dan bawang. Harganya lebih murah dari di pasar, jadi sangat membantu kami menghemat pengeluaran rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan karena masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," katanya.
Khairil menjelaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah terlaksana berkat kolaborasi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Ketahanan Pangan, TPID Kota Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kanwil Bulog Provinsi NTT, distributor, pelaku usaha pangan, serta seluruh pihak yang mendukung program tersebut.
Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah Tahun 2026 akan dilaksanakan di enam kecamatan di Kota Kupang.
Kegiatan perdana dimulai di Kecamatan Oebobo pada Senin (27/7/2026) dan akan dilanjutkan di lima kecamatan lainnya pada awal Agustus 2026.
Pemerintah Kota Kupang berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga pangan, menekan laju inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Kupang. (uan)