Laporan Reporter TribunStyle.com, Arinda Sofianisa
TRIBUNSTYLE.COM - Boyolali tak hanya dikenal dengan hasil peternakan sapi dan berbagai wisata alamnya. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Solo ini juga memiliki banyak destinasi kuliner yang menjadi incaran para pencinta makanan tradisional.
Salah satunya adalah Soto Balungan Kin Kin, warung makan di kawasan Pengging yang menawarkan sensasi menikmati soto dengan isian balungan berdaging tebal dan kuah kaldu yang kaya cita rasa.
Baca juga: Weekend di Solo Wajib Coba, Bubur Bakar Badran Sajikan Sensasi Bubur Gurih dengan Aroma Smoky
Berlokasi di Jalan Demangan, Jipangan, Kecamatan Banyudono, Soto Balungan Kin Kin hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Solo. Letaknya berada di tengah area persawahan sehingga menghadirkan suasana makan yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati makanannya, tetapi juga merasakan suasana pedesaan yang asri sambil menikmati semilir angin dan hamparan sawah hijau.
Keunikan utama warung ini terletak pada menu soto balungannya. Berbeda dengan soto khas Solo atau Boyolali yang biasanya menggunakan suwiran ayam atau irisan daging sapi, Soto Balungan Kin Kin menyajikan potongan tulang sapi yang masih dipenuhi daging.
Balungan tersebut direbus dalam waktu lama hingga dagingnya empuk dan mudah dilepaskan dari tulangnya. Proses perebusan yang panjang membuat sari kaldu dari tulang menyatu dengan kuah soto.
Baca juga: Kuliner Penutup Liburan Sekolah! Warung Apung Kedung Ombo Boyolali Siap Bikin Ketagihan
Hasilnya adalah kuah berwarna bening dengan rasa gurih yang kuat, kaya rempah, dan memiliki aroma khas yang menggugah selera. Dalam istilah masyarakat Jawa, rasa seperti ini sering disebut ngaldu, yaitu kuah yang terasa kaya kaldu alami tanpa kehilangan keseimbangan bumbu.
Saat menyantapnya, pengunjung dapat menikmati potongan daging yang masih menempel pada tulang, bahkan beberapa bagian masih menyimpan sumsum yang menjadi favorit banyak orang.
Perpaduan tekstur daging yang lembut dengan kuah hangat menciptakan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan soto pada umumnya. Popularitas Soto Balungan Kin Kin terlihat dari banyaknya balungan yang diolah setiap hari.
Pada hari biasa, warung ini menghabiskan sekitar 15 kilogram tulang. Angka tersebut bisa meningkat hingga 30 kilogram saat akhir pekan, ketika pengunjung dari Solo, Boyolali, Klaten, hingga Yogyakarta datang untuk menikmati sajian khas tersebut.
Selain cita rasa, suasana warung juga menjadi daya tarik tersendiri. Bangunannya mengusung konsep terbuka dengan meja dan kursi yang menghadap ke area persawahan.
Pemandangan hijau di sekitar warung membuat waktu sarapan atau makan siang terasa lebih santai. Tak sedikit pengunjung yang sengaja datang bersama keluarga atau teman untuk menikmati suasana pedesaan sambil menyantap hidangan hangat.
Kawasan Pengging sendiri memang telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan kuliner di Boyolali. Selain terkenal dengan berbagai sumber mata air alami seperti Umbul Pengging, wilayah ini juga dipenuhi warung makan bernuansa alam yang menjadi tujuan favorit warga Solo dan sekitarnya saat akhir pekan.
Bagi yang ingin mencoba Soto Balungan Kin Kin, disarankan datang lebih pagi, terutama pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Pasalnya, balungan menjadi menu favorit yang kerap habis lebih cepat, terutama saat Sabtu, Minggu, atau musim liburan ketika jumlah pengunjung meningkat.
Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, sehingga cocok dijadikan destinasi sarapan maupun makan siang setelah berwisata di kawasan Pengging.
Dengan kuah kaldu yang kaya rempah, balungan berdaging tebal, serta suasana persawahan yang menenangkan, Soto Balungan Kin Kin menjadi salah satu kuliner khas Boyolali yang patut dicoba saat berkunjung ke kawasan Solo Raya.
(TribunStyle.com/Arinda Sofianisa/Farah Aulya)