Pengamat: Bagi Megawati, Gibran Anak Haram Konstitusi
Christoper Desmawangga July 27, 2026 01:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang PDI Perjuangan (PDIP) yang dinilai sehati dengan pemerintah mencerminkan hubungan emosional serta kedekatan historis yang erat antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai gestur politik tersebut membuktikan bahwa komunikasi kedua tokoh bangsa sejauh ini tetap terjalin baik layaknya keluarga.

"Ungkapan Prabowo itu tampaknya ada benarnya. Sebab, Prabowo memang punya kedekatan khusus dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hubungan Prabowo-Megawati bahkan layaknya adik-kakak," kata Jamiluddin dalam keterangannya dikutip, Senin (27/7/2026), dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Faktor Jokowi, PSI Berambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah, Pengamat: Masih Sakit Hati dengan PDIP

Jamiluddin menyoroti dinamika hubungan kedua pemimpin yang diwarnai tradisi saling berkunjung serta minimnya kritik destruktif dari kubu PDIP terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Megawati juga tidak pernah mengkritik Prabowo selama menjadi Presiden. Kalau pun Megawati mengkritik terkesan sangat lunak dan indirect," ujar dosen Universitas Esa Unggul ini.

Irama komunikasi politik yang selaras juga diperlihatkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dalam menyikapi berbagai program dan kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat.

"Jadi, hubungan Megawati dengan Prabowo baik-baik saja. Begitu juga hubungan Puan dengan Prabowo," ucapnya.

Baca juga: Faktor Jokowi, PSI Berambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah, Pengamat: Masih Sakit Hati dengan PDIP

Alasan PDIP Berada di Luar Kabinet

Terkait posisi PDIP yang berada di luar koalisi pemerintahan, Jamiluddin menegaskan hal tersebut bukan dipicu oleh ketidakcocokan pandangan antara Megawati dan Prabowo, melainkan keberadaan Gibran Rakabuming Raka di posisi Wakil Presiden.

"Bagi Megawati, Gibran itu anak haram konstitusi. Karena itu, selama Gibran masih bersama Prabowo di kabinet, selama itu pula ia akan berada di luar pemerintah," ungkapnya.

Kendati mengambil posisi sebagai penyeimbang luar pemerintah, Megawati diyakini tidak akan berupaya merongrong jalannya pemerintahan Prabowo Subianto.

Baca juga: Jokowi Bakal Keliling Jateng, Pengamat Soroti Ambisi PSI Jadikan Kandang Gajah, Sakit Hati ke PDIP

"Mungkin itu yang dimaksud Prabowo PDIPerjuangan sehati dengan pemerintah. Spesifiknya, Prabowo mau bilang Megawati sehati dengannya," kata dia.

Pernyataan hangat Presiden Prabowo Subianto mengenai kedekatan nilai-nilai PDIP sebelumnya disampaikan saat menghadiri puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta.

"Bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga gabung lagi. PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Coba, cek. Dari hatinya, sebetulnya sama. UUD 1945 yang bikin Bung Karno kok, Bung Hatta, ya, pendiri-pendiri bangsa kita. Hatinya itu sama. Hanya... Belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum. Kita enggak masalah," ujar Prabowo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.