Camat Menteng Janji Ganti Gerobak Nasi Uduk yang Dirusak Saat Bentrok: Besok Bisa Dagang Lagi
Erik S July 27, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Camat Menteng Nurhelmi Savitri memastikan akan memberikan bantuan kepada pedagang nasi uduk yang gerobaknya hancur dirusak dalam bentrokan maut di Jalan Tambak, Jakarta Pusat.

Nurhelmi Savitri menyatakan pihaknya segera mengganti gerobak pedagang tersebut agar sang pemilik dapat kembali mencari nafkah secepat mungkin. Apalagi, gerobak yang lama kini disita pihak kepolisian sebagai barang bukti.

“Kerugian ada satu gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak dan insyaallah akan segera kami ganti gerobaknya, karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti,” ujar Nurhelmi saat ditemui di lokasi, Senin (27/7/2026).

Nurhelmi menargetkan gerobak pengganti tersebut sudah sampai di tangan pedagang paling lambat pada Selasa pagi besok.

“Jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi, insyaallah gerobaknya nanti sore atau mungkin besok pagi paling lambat sudah datang lagi,” tambahnya.

Berdasarkan penelusurannya, pedagang nasi uduk yang menjadi korban tersebut merupakan warga asli kawasan Matraman, bukan pendatang dari luar daerah.

Selain fokus pada bantuan UMKM, Nurhelmi juga menjelaskan dampak bentrokan terhadap dunia pendidikan di sekitar lokasi. 

Terkait status lahan kosong yang menjadi titik utama bentrokan kedua kelompok, Nurhelmi mengaku belum mengetahui secara pasti kepemilikannya. Namun, ia menyebut lahan tersebut memang tertutup sehingga aktivitas di dalamnya tidak terpantau warga luar.

“Oh itu kayaknya lahan kosong, cuma saya juga kurang paham. Kan itu agak tertutup juga, ya? Kadang-kadang kita nggak tahu di dalamnya ada apa,” tuturnya.

Untuk mencegah insiden serupa terulang, Nurhelmi akan segera mengumpulkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga organisasi kepemudaan.

“Kami akan mengumpulkan tokoh masyarakat, RT, RW, tokoh pemuda, tokoh agama juga Karang Taruna, Pak Ustaz dari Masjid Jami’ Matraman, kemudian juga tokoh agama lainnya lagi, kita akan berkumpul ya, kemudian akan berkolaborasi,” pungkasnya.

Baca juga: Lokasi Bentrok Maut di Menteng Jakpus Masih Dijaga Ketat 188 Personel Gabungan TNI-Polri

Jadi Barang Bukti

Gerobak nasi uduk yang menjadi saksi bisu sekaligus pemicu awal bentrokan berdarah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kini sudah tidak terlihat di lokasi kejadian di Jalan Matraman Dalam, Senin (27/7/2026).

Gerobak kayu bertuliskan “Nasi Uduk Teteh Kuningan” tersebut telah dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti terkait kasus pengerusakan yang mengawali rentetan konflik antar-dua kelompok warga tersebut.

Sebelumnya, gerobak tersebut tampak hancur dan dipasangi garis polisi tepat di pinggir jalan. Namun, pada Senin siang, area tempat gerobak tersebut mangkal terpantau sudah kosong dan bersih dari garis kuning kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengonfirmasi pengerusakan gerobak UMKM tersebut merupakan klaster pertama dalam penyidikan kasus ini.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bentrok Dua Kelompok di Jalan Tambak Jakpus, Satu Orang Tewas

“Kepada warga yang juga menjadi korban dalam hal ini berawal adanya pengrusakan barang yaitu gerobak jualan UMKM-nya, kami lakukan pemeriksaan secara intensif kepada para pelaku,” ujar Reynold.

Berdasarkan kronologi kepolisian, gerobak tersebut dirusak oleh sekelompok orang setelah sebelumnya terjadi perselisihan akibat suara bising knalpot motor yang menggeber di depan lapak jualan tersebut.

“Kelompok yang diserang ini datang mau beli sarapan. Kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan sehingga menggeber kendaraannya. Setelah itu dia pergi, lalu datang lagi membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan sebelumnya.

Meski gerobak yang menjadi pusat perhatian warga tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti penegakan hukum, pengamanan di lokasi awal pemicu bentrok tetap diperketat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.