TRIBUNTRENDS.COM - Keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya menjadi perhatian publik.
Alasan pengunduran diri yang disebut berkaitan dengan kondisi kesehatan memicu beragam tanggapan dan spekulasi di masyarakat.
Situasi tersebut mengingatkan publik pada pengunduran diri mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang sebelumnya juga menyatakan mundur karena alasan kesehatan.
Saat itu, Nanik dikabarkan harus menjalani pengobatan sehingga posisinya digantikan oleh Sudaryono, mantan asisten pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Kini, setelah Perry Warjiyo menyatakan mundur, perhatian publik kembali tertuju pada sosok yang akan mengisi kursi Gubernur BI.
Sejumlah pihak mulai berspekulasi mengenai kandidat pengganti, termasuk munculnya dugaan bahwa jabatan tersebut akan ditempati figur yang dekat dengan Presiden Prabowo.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Gubernur BI berikutnya.
Di sisi lain, isu pengunduran diri karena alasan kesehatan juga sempat mencuat dari kalangan lain, termasuk pengacara Hotman Paris Hutapea yang memutuskan mundur sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dengan alasan serupa.
Baca juga: Curhat Pengusaha MBG di Bangkalan: Modal Rp2,5 M, Kini Dapur Libur saat Cicilan Bank Terus Berjalan
Selain dua pejabat ini, pengacara Hotman Paris Hutapea juga mundur dari kuasa hukum eks Jaksa Muda Penanganan Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah karena alasan sakit.
Sehingga mundurnya Gubernur BI ini menambah daftar tokoh publik yang mundur karena alasan sakit.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai anggapan tersebut muncul di tengah tekanan terhadap perekonomian, meski menurutnya pelemahan rupiah tidak semata dipicu oleh faktor moneter.
Bhima mengatakan pengunduran diri Perry jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2028 juga memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas sektor moneter dan kepercayaan investor.
Baca juga: Momen Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN Oleh Prabowo, Gugup Sampai Tangan Dingin, Doakan Amanah
"Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo sangat disesalkan karena menjadi pukulan telak bagi sektor moneter," kata Bhima kepada Kompas.com, Senin (27/7/2026).
Menurut Bhima, terdapat dugaan tekanan yang memengaruhi posisi bank sentral, terutama setelah nilai tukar rupiah mulai mengalami pelemahan sejak akhir 2025.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo yang ditujukan kepada Presiden.
Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Diminta Mundur oleh Primus Yustisio
Menurut Prasetyo, pengunduran diri tersebut dilakukan karena alasan pribadi.
"Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti hingga ditetapkan gubernur definitif.
Sementara itu, di media sosial ramai soal alasan Gubernur BI mundur.
Publik juga menebak-nebak siapakan sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo.
Berikut beberapa komentar netizen di media sosial.
"Tiba tiba bgt pada sakit," kata @kriestinadl.
"Orang Gerindra apa TNI nih penggantinya?," tulis @fiqri_iki.
"Lagi musim sakit yaaa," tulis akun @ajanabagaskaraofficial.
"Sepertinya keponakan nya dapat kue selanjutnya!!!," kata @sefrysitanggang.
(TribunTrends.com/Grid.id)