Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Pekalongan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Sebagai Aksi Protes
Listusista Anggeng Rasmi July 27, 2026 03:12 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kesabaran warga Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhirnya mencapai batas setelah jalan utama di wilayah mereka tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk protes, warga melakukan aksi unik namun penuh makna dengan menanam sejumlah pohon pisang tepat di tengah badan jalan pada Minggu (26/7/2026).

Pemandangan tersebut langsung menyita perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.

Pohon-pohon pisang yang berdiri di atas jalan rusak menjadi simbol kekecewaan warga terhadap janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

Warga mengaku sudah berkali-kali mendengar kabar bahwa proyek perbaikan akan segera dilaksanakan.

Bahkan, mereka menyebut rencana pengerjaan jalan tersebut sempat dikabarkan telah disetujui dan tinggal menunggu pelaksanaan setelah anggaran dicairkan.

Namun harapan itu kembali pupus ketika dana proyek disebut justru dialihkan untuk pembangunan di lokasi lain.

Keputusan tersebut membuat warga merasa hak mereka atas infrastruktur yang layak kembali diabaikan.

Baca juga: 15 Hari Berlalu, Asap Sisa Pembakaran Sampah Masih Mengepul di Bong Cino Pekalongan, Warga Terdampak

JALAN RUSAK - Warga Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menanam pohon pisang di tengah jalan rusak pada Minggu (26/7/2026). ((Ist)/@pekalonganinfo)

Sebelum melakukan aksi protes, masyarakat sebenarnya telah berupaya memperbaiki jalan secara mandiri.

Mereka bergotong royong mengumpulkan iuran untuk membeli batu dan menutup sebagian lubang yang membahayakan pengendara.

Sayangnya, upaya swadaya itu tidak mampu bertahan lama karena kerusakan jalan terus meluas.

Aksi tanam pohon pisang pun dipilih sebagai bentuk sindiran keras kepada pemerintah dan pihak terkait.

Pohon-pohon tersebut dipasang dengan penyangga bambu agar tetap berdiri kokoh di tengah jalan yang rusak.

Warga berharap simbol protes itu mampu menggugah perhatian para pemangku kebijakan.

Baca juga: Terekam CCTV! 4 Plangkan Sablon Batik Raib Digondol Pemotor di Pekalongan, Pemilik Rugi Rp1,4 Juta

Mereka menilai masyarakat sudah terlalu lama menunggu tanpa adanya kepastian kapan jalan akan benar-benar diperbaiki.

Kondisi jalan yang rusak juga disebut mengganggu aktivitas harian warga dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Masyarakat mengaku tidak lagi menginginkan janji-janji yang berulang tanpa realisasi di lapangan.

Mereka berharap pemerintah segera menurunkan alat berat dan memulai perbaikan fisik secepat mungkin.

Bagi warga, jalan yang aman dan layak bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.

Kini, mereka hanya berharap aksi tanam pohon pisang tersebut menjadi titik balik agar keluhan yang selama ini diabaikan benar-benar mendapat respons nyata, bukan sekadar janji manis yang kembali menguap.

(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.