Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Empat orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan truk bermuatan gulungan kertas di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin pagi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat di Pasuruan, Senin, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.45 WIB ketika truk yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya diduga kehilangan kendali.

"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan," katanya.

Menurut dia, truk terlebih dahulu menabrak kendaraan di depannya, kemudian melintasi median jalan dan masuk ke jalur berlawanan hingga menghantam mobil tangki air serta dua sepeda motor.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Truk kemudian kembali melintasi median jalan, menabrak sejumlah rumah warga dan sebuah sepeda motor sebelum akhirnya berhenti.

Jauhar mengatakan sopir truk sempat terjepit selama beberapa jam dan meninggal dunia setelah dievakuasi menuju RS Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, sehingga jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Selain empat korban meninggal dunia, enam orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

Olah tempat kejadian perkara akan dilakukan menggunakan pendekatan "scientific crime investigation" setelah lokasi dinyatakan kondusif.

Selama proses evakuasi, petugas bersama PLN dan BPBD mengamankan lokasi serta melakukan pengaturan lalu lintas.

Arus kendaraan dari arah Malang menuju Surabaya sempat dialihkan melalui jalan tol dan kini berangsur normal setelah proses evakuasi selesai.

Tampak di lokasi, proses evakuasi truk terkait telah dilaksanakan sementara gulungan kertas yang terguling dan terlepas dari badan truk masih berada di lokasi kejadian, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian berangsur normal usai kemacetan parah akibat penutupan satu jalur untuk evakuasi.