Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengatakan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak menjadi faktor utama dalam keberhasilan mencegah dan menanggulangi terorisme.
Ia menyampaikan hal itu pada acara Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2026–2029 (RAN PE Fase Kedua).
"Presiden mengeluarkan Perpres ini menekankan kita untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi. Tidak boleh tawar-menawar, kolaborasi sinergi adalah menjadi faktor utama di dalam pelaksanaan RAN PE tahap dua ini," kata Eddy di Jakarta, Senin.
Eddy menjelaskan bahwa terorisme bersifat persisten dan adaptif. Tindakan ekstrem itu terus ada walaupun aktornya berubah serta selalu menyesuaikan cara, bentuk, dan medianya seiring waktu.
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme dengan menyasar perempuan, anak-anak, dan remaja.
Eddy mengatakan pemerintah sudah melakukan mitigasi pada tahun 2024–2025. Selama periode tersebut, aparat intelijen dan penegak hukum sudah melakukan pembinaan dan rehabilitasi terhadap sekitar 250 anak di bawah umur.
Maka dari itu, melalui RAN PE Fase Kedua, pemerintah kembali menyatakan keseriusan untuk hadir mencegah terorisme.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama yang ini terbangun dengan kementerian/lembaga di fase pertama. Sekarang fase kedua kami mengharapkan pemerintah daerah juga berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan ini," ucapnya.
Eddy menambahkan RAN PE fase kedua memuat sembilan tema strategis dengan total 111 aksi.
Tema strategis tersebut, meliputi kesiapsiagaan nasional, ketahanan komunitas dan keluarga, pendidikan keterampilan masyarakat dan fasilitasi lapangan kerja, serta pelindungan dan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan anak.
Berikutnya, komunikasi strategis, media, dan sistem elektronik; deradikalisasi, hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan yang baik dan keadilan; pelindungan saksi dan pemenuhan hak korban; serta kemitraan dan kerja sama internasional.
"Sembilan tematik ini adalah merupakan hasil evaluasi dan analisis terhadap perkembangan ancaman teror saat ini. Kami yakin dan optimis bahwa penguatan kolaborasi dalam rangka RAN PE ini akan berjalan baik dan lancar," ujarnya.





