Tentara Iran mengumumkan bahwa hampir seluruh infrastruktur militer Amerika Serikat (AS) di Erbil, Irak, telah hancur.
Tak sebatas itu, oposisi kemampuan operasional mereka juga diklaim telah dihilangkan.
Mengutip Palestine Chronicle pada (27/7), pengumuman ini disampaikan langsung oleh Brigjen Mohammad Reza Akraminia selaku juru bicara angkatan darat Iran pada Sabtu (26/7/2026).
Kerusakan besar tersebut secara efektif menetralisir keberadaan militer AS serta mengurangi kemampuan operasional kelompok musuh di kota itu.
Teheran menegaskan bahwa kelompok-kelompok anti-Iran yang beroperasi dari Wilayah Kurdistan Irak kini tidak lagi dapat melakukan aksi penyerangan.
Selain kehancuran infrastruktur, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga merinci kerusakan pada sejumlah pesawat milik AS selama pertempuran.
Untuk memperkuat pertahanannya, Iran mengklaim telah mengerahkan jenis drone baru yang jauh lebih canggih daripada Arash-2.
Dalam keterangannya kepada televisi pemerintah Iran, Akraminia kembali mengonfirmasi kehancuran total aset militer AS di Erbil.
Ia menekankan bahwa kelompok penentang Republik Islam telah sepenuhnya dicabut kemampuan operasionalnya di wilayah tersebut.
Saat ini, AS diketahui memegang kemampuan militer yang luas di kawasan Middle East, Eropa Selatan, hingga Mediterania.
Akibat kekalahan dalam konflik baru-baru ini, pihak Washington kini berupaya keras mengganti peralatan dan aset mereka yang hilang.
Pihak Iran menegaskan kesiapan penuh mereka untuk melanjutkan operasi militer apabila permusuhan kembali berlanjut.
Angkatan bersenjata Iran berikrar akan terus berjuang sampai Amerika Serikat menyadari batas kemampuannya.
Washington diharapkan sadar bahwa mereka tidak akan bisa memaksakan kehendak kepada Iran melalui jalan agresi militer.