Gebrakan Lima Hari Kepala BGN Baru, Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN, Diduga Langgar Aturan
Ade Mayasanto July 27, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 22 Juli 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membuat gebrakan.

Kurang dari sepekan setelah menjabat, tepatnya pada Senin, 27 Juli 2026, pengganti Nanik S.Deyang ini melakukan perombakan besar di BGN.

Sebanyak 261 pegawai non-ASN dan tenaga ahli resmi diberhentikan oleh BGN.

Jumlah tersebut terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

Keputusan pemberhentian itu disampaikan Sudaryono saat memberikan keterangan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

"Kami mencoba untuk bersih-bersih. Hari ini kami beri pengumuman bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli," ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, mayoritas pegawai yang diberhentikan diduga melakukan pelanggaran kedisiplinan selama menjalankan tugas.

"Pegawai non-ASN ini diberhentikan satu, salah satu dan paling besar adalah karena adanya diduga adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain," ucapnya.

Baca juga: 883 Dapur MBG Ditutup Permanen karena Pelanggaran, BGN: Taruhannya Nyawa

Sudaryono berbicara dalam Food Agriculture Summit ke-5 yang digelar Himpunan Alumni IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/11/2025). Saat itu Sudaryono masih menjabat Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono berbicara dalam Food Agriculture Summit ke-5 yang digelar Himpunan Alumni IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/11/2025). Saat itu Sudaryono masih menjabat Wakil Menteri Pertanian. (ANTARA/ HO-Humas Kementan)

Selain melakukan penertiban terhadap pegawai non-ASN, BGN juga tengah memproses sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.

Menurut Sudaryono, ASN yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat dikenai sanksi hingga pemberhentian dari status kepegawaiannya.

"Kami telah memproses temuan pelanggaran berat atau disiplin berat, ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan," ucapnya.

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu mengungkapkan terdapat sembilan aparatur negara yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat. Mereka berasal dari unsur ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Selain itu, BGN juga menemukan 39 kasus pelanggaran disiplin ringan. Terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran tersebut, BGN akan memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan.

"Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi, dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi ringan," kata dia.

Langkah penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya BGN memperkuat kedisiplinan dan memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan lembaga.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai Non-ASN Bermasalah, Sejumlah ASN Juga Terancam Sanksi Berat

Tata Kelola Program MBG

Sebelumnya, Sudaryono memaparkan pandangannya mengenai potensi besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

Dalam penjelasannya, Sudaryono mengibaratkan program MBG seperti karakter permainan video "Pacman".

Analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan besarnya kebutuhan bahan pangan yang akan terserap melalui program nasional tersebut.

Menurutnya, MBG dapat menjadi pasar baru yang memiliki daya serap tinggi terhadap berbagai produk pertanian, peternakan, hingga pangan lainnya.

Dengan adanya pasar tersebut, risiko hasil produksi petani dan peternak tidak terserap diharapkan bisa berkurang.

"Saya selalu mengatakan bahwa MBG makan bergizi gratis ini seperti Pacman. Dia emerging market, punya besaran konsumsi yang cukup besar," kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk memenuhi kebutuhan logistik MBG, salah satunya dengan mendorong peningkatan produksi di sektor pertanian.

Sudaryono menilai keberadaan program tersebut dapat menjadi solusi agar kejadian ketika hasil panen tidak tersalurkan ke pasar tidak kembali terulang.

"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.

Baca juga: Usai Dilantik, Sudaryono Tegaskan BGN Terbuka Terima Laporan Pelanggaran MBG

Kerja Super Tim

Selain membahas peluang ekonomi dari program MBG, Sudaryono juga menyinggung persoalan internal di Badan Gizi Nasional. Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran dalam tata kelola program tersebut yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diperbaiki dan memastikan pihaknya akan membuka ruang terhadap berbagai masukan demi pembenahan lembaga.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," katanya.

Sudaryono menegaskan bahwa upaya memperbaiki BGN tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan lembaga tersebut membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.

Ia menyebut akan bekerja bersama tim, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang direncanakan mengisi posisi wakil kepala BGN.

"Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah supertim," tegasnya. (Tribunnews/Bangkapos.com)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.