SURYA.CO.ID, Surabaya - Demi menyelaraskan kemampuan tenaga pendidik dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menggelar pelatihan IT untuk meningkatkan kompetensi guru SMA dan SMK.
Pembaruan keterampilan ini dinilai penting agar guru produktif dapat mentransfer ilmu dan keahlian digital yang relevan kepada para siswa.
Melalui UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK), program Pelatihan Pengembangan Kompetensi Vokasi Berbasis IT dan Uji Kompetensi bagi Guru SMA, SMK, dan PKPLK Angkatan II ini digelar pada 24–30 Juli 2026.
Sebanyak 75 guru dari berbagai daerah di Jawa Timur turut menjadi peserta.
Baca juga: Tegas Tak Ada Lagi Perpeloncoan Saat MPLS, Dindik Jatim Awasi Ketat di Seluruh Sekolah
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pelatihan IT ini difokuskan pada lima bidang kompetensi utama, yaitu desain grafis, animasi, web desain, fotografi, dan videografi.
Menurut Aries, pelatihan yang digelar secara rutin tersebut tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menjadi sarana mengukur peningkatan kemampuan guru melalui uji kompetensi.
"Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin UPT PTKK yang tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga dilengkapi dengan uji kompetensi. Melalui uji kompetensi tersebut, kami dapat mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan para guru setelah mengikuti pelatihan," ujar Aries, Senin (27/7/2026).
Ia berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, ia mengakui durasi pelatihan masih menjadi tantangan.
Berdasarkan masukan dari peserta maupun instruktur, waktu pelaksanaan dinilai relatif singkat karena sebagian peserta masih membutuhkan pendalaman materi, terutama dalam menyeimbangkan pemahaman teori dan praktik.
Aries menegaskan, penguatan kompetensi guru harus terus dilakukan seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
"Dunia industri berkembang sangat cepat. Karena itu kami akan terus mendorong pelatihan-pelatihan bagi guru agar mereka mampu mengikuti perkembangan teknologi. Harapannya, para siswa nantinya juga memiliki keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri," tegasnya.
Salah seorang peserta, Heri Purwanto, guru SMKN 7 Malang, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi vokasi berbasis IT yang diselenggarakan UPT PTKK Dindik Jatim.
Heri mengatakan pelatihan memberikan pemahaman yang lebih utuh karena peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik secara langsung.
"Selama tiga hari mengikuti pelatihan web desain, kami memperoleh banyak manfaat. Hari pertama lebih banyak teori, kemudian dilanjutkan praktik sehingga kami mulai memahami dasar-dasar desain web, mulai dari penyusunan struktur, frame, hingga elemen yang dapat memperjelas dan memperindah tampilan website," ungkap Heri.
Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh selama pelatihan akan diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah, khususnya pada kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Para siswa nantinya akan dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar web desain, mulai dari penyusunan struktur hingga perancangan tampilan website yang baik.