POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, memberikan klarifikasi terkait pertanyaan publik mengenai proses pelantikan pejabat daerah yang terkesan dilakukan bergelombang.
Penjelasan tersebut disampaikan Kamarudin usai melantik enam Pejabat Administrator dan Pengawas di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (SHBN) Kantor Bupati Belitung Timur, Senin (27/7/2026).
Kamarudin mengungkapkan, Pemkab Beltim pada dasarnya menginginkan seluruh proses rotasi dan promosi jabatan dilaksanakan secara serentak dalam satu gelombang.
Namun, terdapat sedikit masalah di tingkat pemerintah pusat yang memerlukan waktu pengurusan serta verifikasi khusus yang tidak bisa dipercepat. Satu di antaranya adalah keputusan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk beberapa instansi.
"Banyak masyarakat yang tanya, 'Kenapa dilantik terus, ada berapa orang?'. Ini karena kita harus minta ke pusat, ke Kementerian Dalam Negeri," ujar Kamarudin kepada Posbelitung.co, Senin (27/7/2026).
Ia mencontohkan, pergeseran pejabat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) memiliki regulasi khusus dari kementerian terkait yang wajib dipenuhi.
"Contoh kayak Dukcapil, prosesnya tidak segampang itu kemarin. Makanya ada nama yang masih tertinggal dan belum bisa dilantik bersamaan," jelasnya.
Di sisi lain, merespons isu yang beredar terkait adanya rencana pelantikan susulan pekan depan, Kamarudin memberikan jawaban.
Ia menepis desas-desus tersebut dan meminta seluruh pihak untuk tidak mudah mempercayaikabar yang belum valid.
"Siapa bilang minggu depan ada pelantikan lagi? Itu juga belum tentu benar, baru info saja," ungkapnya.
Terakhir, Kamarudin menyebut bahwa rotasi dan penyegaran dalam struktur birokrasi merupakan hal yang penting untuk menjaga performa pemerintahan. Menurutnya, menempatkan seorang pejabat pada posisi yang sama dalam waktu terlalu panjang dinilai dapat memicu kejenuhan kerja.
"Intinya ini untuk kebaikan pemerintahan. Kita harus ada penyegaran. Kalau misalnya 10 tahun di situ terus, jenuh juga dia. Makanya perlu ada suasana baru," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)