Aceh Barat Siapkan Penguatan Kurikulum Agama di Sekolah Umum
Ansari Hasyim July 27, 2026 07:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tengah menyiapkan penguatan kurikulum pendidikan agama di seluruh sekolah umum sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak dini.

Program tersebut disusun sebagai respons atas kecenderungan sebagian orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak ke madrasah karena dinilai memberikan porsi pendidikan agama yang lebih besar.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, Senin (27/7/2026), mengatakan penyusunan kurikulum akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pendidikan, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Dinas Pendidikan Dayah, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta para ulama di Aceh Barat.

Baca juga: Akademisi Aceh dan India Teliti Kurikulum Merdeka PAI, Hasilnya Terbit di Jurnal Scopus Q1

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kurikulum yang tidak hanya memperkuat pendidikan agama, tetapi juga tetap sejalan dengan sistem pendidikan nasional.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang memadai, meskipun mereka tidak mengikuti pendidikan di dayah atau TPA," kata Tarmizi usai rapat koordinasi teknis Dinas Pendidikan di Meulaboh.

Dalam konsep yang sedang disiapkan, seluruh siswa nantinya akan mendapatkan pembelajaran fardu ain serta dasar-dasar membaca dan memahami kitab Arab-Jawi sebagai bagian dari muatan lokal di sekolah.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Aceh Barat juga berencana melibatkan tenaga pengajar dari kalangan dayah. Para guru dayah akan mengajarkan materi fardu ain dan berbagai materi keagamaan lainnya yang dinilai penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik.

Selain penguatan pendidikan agama, pemerintah daerah juga akan memberikan perhatian terhadap pendidikan karakter. Nilai-nilai adab, akhlak, serta etika dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Tarmizi, pembentukan karakter merupakan kebutuhan yang tidak kalah penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh media digital terhadap perilaku anak-anak.

Ia menilai, pendidikan agama yang dipadukan dengan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dapat menjadi benteng bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk dampak negatif penggunaan telepon genggam dan media sosial.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap lulusan sekolah umum di Aceh Barat tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dibekali pemahaman agama yang kuat, akhlak yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapan kami, sekolah mampu menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang baik sebagai bekal mereka di masa depan," ujar Tarmizi.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.