Pencarian Nakhoda Speedboat Masih Nihil, Basarnas Gorontalo Terkendala Gelombang 2,5 Meter
Fadri Kidjab July 27, 2026 08:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Operasi pencarian terhadap nakhoda kapal masih dinyatakan nihil memasuki hari keempat, Senin (27/7/2026).

Hingga sore tadi, Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengatakan seluruh unsur SAR masih terus menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Meski hasil pencarian hari ini masih nihil, operasi pencarian belum dihentikan.

"Sampai dengan sore hari ini, operasi masih nihil. Tapi kami masih terus melakukan pencarian sampai hari ketujuh," ujar Heriyanto dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, proses pencarian sepanjang hari dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Gelombang laut yang mencapai 2 hingga 2,5 meter disertai kecepatan angin antara 20 sampai 30 knot menjadi tantangan utama bagi tim yang bekerja di lapangan.

Kondisi tersebut membuat area pencarian menjadi lebih sulit dijangkau dan mengharuskan tim SAR mengutamakan keselamatan personel selama operasi berlangsung.

"Untuk kendala pencarian, cuaca kurang mendukung. Terjadi gelombang 2 hingga 2,5 meter dan kecepatan angin 20-30 knot. Itu yang menjadi kendala pencarian hari ini," jelasnya melalui pernyataan resmi di grup WhatsApp Basarnas Gorontalo.

Heriyanto menegaskan fokus operasi saat ini hanya tertuju pada satu korban yang hingga kini belum ditemukan.

Seluruh potensi SAR masih dikerahkan untuk memperluas penyisiran, baik melalui jalur laut maupun koordinasi dengan berbagai unsur terkait.

"Kami akan melakukan pencarian terhadap satu orang yang belum ditemukan. Sampai saat ini tanda-tanda belum ditemukan keberadaan korban," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Speedboat Tenggelam di Perairan Togean Sulteng, Nakhoda Hilang Saat Cari Bantuan

Sejumlah WNA Sudah Dievakuasi

KECELAKAAN SPEEDBOAT - Potret Tim SAR saat proses pencarian korban kecelakaan speedboat di Teluk Tomini rute Togean-Marisa. (TribunGorontalo.com/handover)
KECELAKAAN SPEEDBOAT - Potret Tim SAR saat proses pencarian korban kecelakaan speedboat di Teluk Tomini rute Togean-Marisa. (TribunGorontalo.com/handover) 

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Basarnas memastikan sebagian wisatawan asing yang sebelumnya ikut dievakuasi telah dipulangkan sesuai permintaan pemerintah daerah setempat.

Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi mereka dinyatakan memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

"Beberapa WNA sudah dievakuasi ke Pelabuhan Ampana berdasarkan permintaan dari pemerintah daerah setempat," katanya.

Selain itu, seorang warga negara Republik Ceko juga telah diberangkatkan dari Bandara Luwuk menuju Manado sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke negaranya.

"Dan satu orang warga negara Republik Ceko sudah diberangkatkan dari Bandara Luwuk ke Manado untuk selanjutnya menuju negaranya," tambah Heriyanto.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap menjadi prioritas utama Tim SAR Gabungan.

Koordinasi terus dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, serta berbagai unsur relawan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Baca juga: Kakak Ipar Buka Suara soal Isu Miring Kasus Hilangnya Eca di Boalemo Gorontalo

Basarnas Minta Bantuan Nelayan 

Heriyanto berharap masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi pencarian, ikut membantu memberikan informasi apabila melihat benda maupun tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.

Informasi sekecil apa pun dinilai sangat penting untuk mempersempit area pencarian.

"Apabila ada tanda-tanda yang kami cari, segera menghubungi kami," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

"Untuk para nelayan berhati-hati di situasi saat ini. Karena ada gelombang tinggi dan cuaca buruk," jelasnya.

Imbauan tersebut diberikan agar tidak ada lagi insiden yang membahayakan keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

Dalam kesempatan yang sama, Heriyanto juga mengungkapkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang diduga memanfaatkan situasi operasi pencarian.

Ia menyebut telah menerima laporan mengenai seseorang yang menggunakan nomor telepon tertentu dan mengatasnamakan dirinya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi maupun permintaan tertentu yang mengatasnamakan Kepala Basarnas Gorontalo tanpa adanya konfirmasi resmi.

"Diharapkan kepada masyarakat agar tidak percaya dengan oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini. Karena sudah ada laporan bahwa ada nomor yang mengatasnamakan saya, jadi itu tidak benar. Mohon untuk tidak percaya," tegasnya.

Heriyanto menegaskan seluruh informasi terkait operasi pencarian hanya akan disampaikan melalui jalur resmi Basarnas maupun keterangan langsung kepada media.

Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak menyaring informasi sehingga tidak menjadi korban penipuan di tengah berlangsungnya operasi kemanusiaan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.