TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pencarian terhadap presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang hanyut di Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah sembilan hari proses pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) pukul 11.05 WIT.
Jasad Yanto ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, relawan, masyarakat, hingga pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Trihadi Kuncahyo, membenarkan penemuan jasad presenter TVRI tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak 18 Juli 2026.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Atas nama Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Yanto Idorway," ujar Trihadi.
Baca juga: 3.000 Warga Intan Jaya Mengungsi akibat Konflik, Komnas HAM Minta Panglima TNI Usut Korban Sipil
Ditemukan Terjepit di Sela Batu
Kombes Trihadi menjelaskan, jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal dirinya dilaporkan terjatuh.
"Korban ditemukan di aliran Sungai Memti, sekitar 10 meter dari lokasi awal diduga terjatuh dan hanyut," jelasnya.
Salah seorang warga yang turut dalam tim pencarian mengungkapkan saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terjepit di antara bebatuan sungai.
Usai berhasil dievakuasi dari aliran sungai, jenazah almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Korban kini dievakuasi ke RSUD Manokwari diantar oleh tim gabungan bersama keluarga dan masyarakat," tambah Trihadi.
Proses pencarian presenter TVRI ini tidaklah mudah. Selama sembilan hari, tim gabungan harus berhadapan dengan berbagai kendala alam di kawasan Pegunungan Arfak.
Derasnya arus Sungai Memti, medan geografis yang terjal, serta cuaca ekstrem yang kerap berubah-ubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan secara intensif hingga korban ditemukan.
Baca juga: Senator Minta APH Tak Lembek pada Mafia TKA dan Tambang Papua Barat
Atas kerja keras tersebut, Kapolda Papua Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Bapak Kapolda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, Kepala Kampung Sisrang Septer Towansiba, tokoh adat, tokoh pemuda, serta relawan yang telah menunjukkan dedikasi dan sinergi selama pencarian," tutur Trihadi.
Menyikapi musibah ini, Polda Papua Barat mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar area perairan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar sungai, air terjun, maupun pantai, terutama saat terjadi cuaca buruk atau kenaikan debit air. (*)