Penjelasan Unpari, Usai 4 Mahasiswa KKNnya Tenggelam di Sungai Rawas Muratara, 1 Tewas, 3 Trauma
Slamet Teguh July 27, 2026 09:32 PM

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – Tiga mahasiswa Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau yang selamat dalam kecelakaan perahu di Sungai Rawas, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Senin (27/7/2026), masih mengalami trauma.

Sebelumnya, empat mahasiswa yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hanyut terbawa arus sungai.

Tiga orang berhasil selamat, sementara satu mahasiswa meninggal dunia bernama Abdul Hadi Romadin (21), warga SP 11 Nibung, Kabupaten Muratara telah dievakuasi warga bersama BPBD ke rumah duka.

Sekretaris Pelaksana KKN Unpari Lubuklinggau, Riduan Febriandi, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para mahasiswa tersebut.

Menurutnya, secara psikologis para korban yang selamat mengalami trauma mendalam dan tidak menyangka peristiwa tersebut akan terjadi.

"Sekarang mereka masih trauma dan masih dilakukan observasi di puskesmas. Hasilnya, kondisi korban yang selamat cukup baik," kata Riduan saat dihubungi Tribunsumsel.com.

Saat ini, pihak Unpari Lubuklinggau telah berada di Desa Rantau Kadam. Sembari menunggu arahan pimpinan, para dosen akan tetap berada di lokasi.

"Kami akan melakukan pendampingan kepada para korban yang selamat hingga selesai, mulai dari proses administrasi dan semuanya akan kami bantu," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Abdul Hadi, Mahasiswa KKN Unpari Ditemukan Tewas Usai Perahunya Kecelakaan di Sungai Muratara

Riduan mengatakan, pihak kampus sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mahasiswa agar tidak bermain di sungai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tapi namanya anak-anak sekarang, walaupun sudah diingatkan, kadang masih saja," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa standar operasional pelaksanaan KKN telah dijalankan dengan baik, mulai dari perizinan kepada pemerintah kota, kecamatan, hingga penyerahan mahasiswa ke desa tujuan.

Riduan merinci, mahasiswa Unpari yang melaksanakan KKN tersebar di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Rawas, dan Kota Lubuklinggau.

"Total mahasiswa KKN di Desa Rantau Kadam ada 10 orang, belum lagi di desa tetangganya juga ada," ungkapnya.

Program KKN Unpari Lubuklinggau berlangsung selama 40 hari. Hingga saat ini pelaksanaan KKN telah memasuki hari ke-29 dan tersisa 11 hari lagi.

"Selama pelaksanaan, kunjungan dan monitoring rutin sudah dilakukan. Setiap dosen pembimbing lapangan melakukan pemantauan, termasuk pimpinan. Kalau dosen lapangan, bisa seminggu sekali," ujarnya.

Terkait tindak lanjut pascakejadian, Riduan mengatakan belum ada keputusan karena masih menunggu arahan dari pihak rektorat Unpari Lubuklinggau.

"Untuk tindak lanjutnya masih menunggu keputusan pimpinan, karena saat ini sedang rapat membahas langkah ke depannya," ungkapnya.

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.