TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara terus menekan angka kemiskinan di wilayahnya melalui langkah-langkah strategis dan berkelanjutan.
Salah satu upaya nyata yang didorong adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis produktif.
Hal tersebut diungkapkan Wakli Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali pada acara Pelatihan Ekonomi Produktif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banjarnegara pada Senin (27/6/2026) di Aula BAznas Banjarnegara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Banjarnegara saat ini berada di kisaran 13,28 persen atau melibatkan sekitar 124,66 ribu jiwa, menempatkan daerah ini pada posisi kelima dari bawah di Jawa Tengah.
Menanggapi kondisi ini, Pemkab Banjarnegara terus menggerakkan berbagai sektor, termasuk mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam verifikasi faktual data kemiskinan.
Langkah ini krusial untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan, mengingat masih ditemukan ketidaksesuaian data di tingkat desa akibat berbagai faktor sosial di lapangan.
“Selain aspek data dan bantuan modal, Pemkab juga menyoroti pentingnya pembentukan etos kerja dan peningkatan keterampilan (skill), sebab penyediaan lapangan kerja atau hadirnya investor kerap terkendala oleh kesiapan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdedikasi tinggi,” kata Wakhid
Sebagai bagian dari edukasi moral dan sosial, Pemkab Banjarnegara menyambut baik inovasi dari Kementerian Agama yang bersinergi dengan Bapperida, yakni GERIMIS (Gerakan Ikhtiar Malu Mengaku Miskin).
Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mampu agar tidak mengambil hak warga yang benar-benar membutuhkan.
Fokus penanggulangan kemiskinan ini juga dikelompokkan secara terstruktur berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), mulai dari desil 1 (kemiskinan ekstrem) hingga kelompok rentan.
“Melalui program pelatihan ekonomi produktif, Pemkab berharap terjadi proses graduasi di mana penerima manfaat secara bertahap mampu mandiri secara ekonomi, sementara kelompok rentan dan disabilitas tetap mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan lembaga sosial,” tambah Wakhid.
Terkait pelatihan ekonomi produktif, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan dengan tekun dan sungguh-sungguh.
“Pemkab Banjarnegara bersama BAZNAS memastikan tidak akan melepas peserta begitu saja, melainkan akan terus memberikan pendampingan serta dukungan modal usaha produktif agar program ini memiliki keberlanjutan,” lanjutnya
Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Pemkab Banjarnegara optimis cita-cita mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis ekonomi kerakyatan dapat segera terwujud.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS atas inisiatif dan konsistensinya dalam membantu penanggulangan kemiskinan.
“Transformasi penyaluran zakat yang kini tidak lagi sekadar bersifat konsumtif jangka pendek, melainkan diarahkan pada program ekonomi produktif menjadi kunci utama untuk mengubah status mustahik (penerima zakat),” katanya.