Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memproyeksikan Arya Danu Susilo sebagai salah satu atlet yang dipersiapkan untuk mengejar tiket Olimpiade Los Angeles 2028.

“Khusus Arya Danu memang kami proyeksikan ke Olimpiade,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian saat ditemui di Jakarta, Senin.

Rafael mengatakan program jangka panjang untuk Arya dilakukan usai mewakili Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Arya dipersiapkan tampil pada kelas kyorugi putra di bawah 80 kilogram di Asian Games. Nomor U-80 kg merupakan salah satu dari empat kelas kyorugi putra yang dipertandingkan dalam Olimpiade.

Sebelumnya, Arya tampil pada kelas U-74 kg dan meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 setelah mengalahkan taekwondoin Vietnam Ly Hong Phuc pada pertandingan final.

Dia juga meraih medali perak China Open 2025 usai mengalahkan wakil China Jiao Yapeng dan Liu Xiaopeng, sebelum kalah 0–2 dari atlet Yordania Zaid Kareem pada final.

Arya turut tampil pada Kejuaraan Dunia Taekwondo 2025 di Wuxi, China. Tapi, dia kalah 1–2 dari Charalampos Flouskounis asal Yunani pada babak 64 besar.

Setelah bertanding pada kelas U-74 kg, Arya dipersiapkan menghadapi persaingan kelas U-80 kg menuju Asian Games dan Olimpiade.

Rafael mengatakan program tim nasional mencakup sejumlah kejuaraan internasional untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin peringkat dunia.

Salah satu agenda tersebut, 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 1–5 Agustus.

Kejuaraan berstatus World Taekwondo Grade G2 itu berlangsung dalam periode pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang dimulai pada 1 Juni 2026.

“Selain menambah pengalaman, semua itu juga untuk mengejar poin peringkat agar posisi unggulan mereka nanti bagus,” ujar Rafael.

Seusai Indonesia Open, tim nasional dijadwalkan melanjutkan program uji coba ke Vietnam sebelum tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

PBTI berharap rangkaian turnamen tersebut membantu Arya memperbaiki peringkat dunia sekaligus mematangkan kemampuan teknis dan mentalnya menuju persaingan Olimpiade 2028.